
Editorialkaltim.com – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas’ud menegaskan dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan isu kredit macet PT Hasamin Bahar Lines (PT HBL) di Bank Kaltimtara yang ramai diperbincangkan.
Ia menekankan tidak memiliki kredit di bank tersebut, sekaligus membantah keterlibatan dalam perusahaan yang disebut dalam isu tersebut. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik.
“Saya tidak punya kredit di bank tersebut dan tidak terlibat dalam perusahaan itu, jadi tidak tepat jika nama saya dikaitkan,” tegasnya, Selasa (7/4/2026), Samarinda.
Hasanuddin menilai informasi yang beredar lebih banyak berasal dari media sosial tanpa dasar yang jelas. Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Menurutnya, jika memang ada persoalan kredit, pihak yang berwenang memberikan penjelasan adalah lembaga perbankan terkait. Ia menyebut klarifikasi resmi seharusnya datang dari pihak bank.
“Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan perusahaan tersebut sehingga tidak relevan jika dikaitkan dengan isu kredit macet yang beredar,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, dari sisi kronologi, tudingan tersebut tidak masuk akal. Hasanuddin menyebut dirinya baru menjabat sebagai anggota DPRD pada 2019, sedangkan perusahaan tersebut telah berdiri sejak 2011.
Dengan demikian, ia menilai tidak ada keterkaitan antara dirinya dengan aktivitas perusahaan tersebut, baik dari sisi hukum maupun administrasi.
“Perusahaan itu berdiri jauh sebelum saya menjabat di DPRD sehingga tidak ada hubungan secara administratif maupun kepentingan bisnis,” katanya.
Selain itu, Hasanuddin menegaskan sistem pengawasan sektor keuangan berjalan ketat. Ia menilai jika benar terjadi persoalan kredit, lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan pasti sudah mengambil langkah.
“Jika benar ada persoalan kredit, tentu lembaga pengawas sudah bertindak dan melakukan proses sesuai aturan yang berlaku di sektor keuangan,” tutupnya.
Ia berharap klarifikasi ini dapat menghentikan spekulasi yang berkembang serta mendorong masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



