Nasional

Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Foto:

Editorialkaltim.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri. Kepastian itu disampaikan meskipun harga minyak dunia saat ini telah menembus level US$100 per barel.

Bahlil meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. Pemerintah, kata dia, menjamin harga BBM subsidi tetap stabil setidaknya sampai periode Lebaran.

“Sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa khawatir menyangkut harga. Sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi,” ujar Bahlil, Senin (9/3/2026) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Baca  Menang Dramatis! Indonesia Taklukkan Korsel 11-10 di Adu Penalti, Lolos Semifinal Piala Asia U-23

Ia juga menegaskan kondisi pasokan energi nasional masih dalam keadaan aman. Stok serta distribusi BBM dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Kalau kita melihat posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui US$100 dolar akibat dampak perang Iran versus Israel dan Amerika. Problemnya kita sekarang bukan di stok. Stok tidak ada masalah, pasokan juga tidak ada masalah,” jelasnya.

Baca  Transaksi Digital Capai Rp42 Ribu Triliun di Kuartal Kedua 2024

Di tengah lonjakan harga minyak global tersebut, pemerintah disebut tengah menyiapkan sejumlah langkah komprehensif untuk menjaga stabilitas keuangan negara sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mempercepat pengembangan energi alternatif, termasuk peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 serta percepatan penerapan campuran etanol atau E20 pada bensin.

“Kalau harga minyak fosil melampaui US$100 dolar per barel, maka alternatif seperti biodiesel dan etanol menjadi lebih murah. Karena itu kita akan percepat B50 dan juga penerapan E20,” ujar Bahlil.

Baca  Sidang Sengketa Pilpres 2024 Selesai, MK Umumkan Putusan Usai Lebaran

Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan efisiensi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik agar pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah gejolak harga energi global.

“Atau kita bikin mandatory untuk bensin dan itu lebih bersih. Jadi ada beberapa langkah-langkah yang akan kita lakukan,” pungkasnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button