
Editorialkaltim.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan langkah penataan lalu lintas pelayaran di Sungai Mahakam. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan rest area khusus bagi kapal-kapal tongkang.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut kebijakan tersebut bertujuan menertibkan kapal yang selama ini banyak bertambat di alur utama sungai dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.
Sungai Mahakam selama ini menjadi urat nadi perekonomian Kalimantan Timur, dengan lalu lintas kapal yang padat dari hulu hingga hilir. Kondisi itu membutuhkan pengaturan yang lebih terencana agar tidak menimbulkan risiko.
Harum mengatakan, penataan akan dilakukan terhadap seluruh kapal tongkang, baik yang bermuatan maupun yang kosong, agar tidak berhenti sembarangan di alur pelayaran.
“Kita mengatur kapal-kapal tambat yang memenuhi perairan Sungai Mahakam, mulai dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari yang bermuatan maupun yang kosong,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kaltim akan menggelar rapat lanjutan untuk membahas teknis pembangunan lokasi tambat kapal tersebut bersama instansi terkait.
“Kita akan ada rapat lanjutan, nanti secara teknis antara KSOP dengan teman-teman Dinas Perhubungan, Dinas PUPR dan Distrik Navigasi untuk membangun rest area untuk kapal-kapal tongkang itu berlabuh,” lanjut Harum.
Menurutnya, keberadaan rest area khusus akan membuat kapal tidak lagi berhenti di jalur utama Sungai Mahakam sehingga arus pelayaran tetap lancar dan risiko kecelakaan dapat ditekan.
“Jadi tidak mengganggu alur pelayaran yang ada di Sungai Mahakam,” pungkasnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



