

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berencana melebarkan sejumlah gang sempit di kawasan permukiman terdampak kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah akses mobil pemadam kebakaran (damkar) sekaligus mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan sejumlah jalan lingkungan masih sulit dilalui kendaraan damkar berukuran besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun rencana penataan kawasan permukiman.
“Kalau standarnya minimal kalau jalan lingkungan gini 2,5 meter, jadi mobil damkar atau mobil roda enam pemadam itu bisa masuk,” ujar Aidil, Kamis (8/10/2026).
Aidil menjelaskan, idealnya jalan lingkungan memiliki lebar sekitar 4 meter. Namun, kondisi permukiman yang sudah padat membuat pelebaran hingga ukuran tersebut sulit direalisasikan.
Pemkab Kukar memperkirakan pelebaran jalan maksimal hanya bisa mencapai sekitar 3 meter. Meski belum memenuhi ukuran ideal, akses tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas kendaraan darurat.
Persoalannya, rencana pelebaran jalan berpotensi mengurangi sebagian lahan milik warga. Karena itu, pemerintah akan lebih dulu berkoordinasi dengan pemilik lahan, pihak kelurahan, kecamatan, serta masyarakat terdampak.
“Kalau melebarkan jalan pasti rumah-rumah warga yang lama pasti tanahnya mengecil karena terkena pelebaran,” ujarnya.
Menurut Aidil, kebutuhan lahan untuk pelebaran jalan diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1 meter di sejumlah titik. Namun, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kondisi lapangan dan hasil kesepakatan bersama warga.
Ia berharap masyarakat dapat memahami rencana tersebut mengingat pelebaran jalan bertujuan meningkatkan keselamatan lingkungan, terutama dalam mempercepat penanganan kebakaran.
Selain pelebaran jalan, Pemkab Kukar juga menyiapkan rencana pemasangan hidran di sejumlah kawasan permukiman. Fasilitas tersebut diharapkan mempermudah petugas mendapatkan pasokan air saat melakukan pemadaman.
“Kami akan mencoba berkoordinasi untuk memasang beberapa hidran di lokasi ini. Karena bukan di lokasi kebakaran saja, mungkin nanti kami merencanakan untuk wilayah-wilayah yang memang padat penduduk,” katanya.
Aidil menyebut pemasangan hidran akan dikoordinasikan dengan Dinas Pemadam Kebakaran. Penempatannya tidak hanya difokuskan di kawasan terdampak kebakaran, tetapi juga permukiman padat penduduk yang memiliki risiko serupa.
Dengan akses jalan yang lebih memadai dan ketersediaan hidran, pemerintah berharap petugas dapat bergerak lebih cepat sehingga risiko korban maupun kerugian akibat kebakaran bisa ditekan.
“Untuk mengurangi korban atau luasan dampak seperti yang terjadi saat ini mungkin bisa dicegah secara dini,” tutupnya. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



