Nasional

Era Tarik Tunai Makin Redup, 1.399 ATM Tutup Setahun

Ilustrasi ATM (Foto: Freepik)

Editorialkaltim.com – Era transaksi tarik tunai kian meredup. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 1.399 mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Indonesia tutup dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penurunan ini mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan keuangan digital.

Berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis OJK, hingga kuartal III-2025 jumlah mesin ATM, CDM, dan CRM tercatat sebanyak 89.774 unit. Angka tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 91.173 unit.

Baca  MK Bakal Gelar Sidang Maraton 297 Kasus PHPU Pileg, Target Rampung 10 Juni 2024

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut penurunan jumlah ATM merupakan bagian dari keputusan bisnis masing-masing bank yang menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah.

“Jumlah ATM yang secara tren mengalami penurunan pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan berdasarkan keputusan bisnis masing-masing bank. Tidak tertutup kemungkinan bahwa tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut,” ujar Dian dalam keterangannya, dikutip Senin (26/1/2026).

Menurut Dian, tren ini sejalan dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di sektor jasa keuangan. Digitalisasi perbankan dinilai telah mengubah perilaku, ekspektasi, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan.

Baca  DPR Setujui Abolisi untuk Tom Lembong dan Amnesti untuk Hasto Kristiyanto

Kemudahan akses layanan perbankan melalui aplikasi dan platform daring, ditambah meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai, membuat kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi melalui ATM semakin berkurang. Nasabah kini dapat melakukan berbagai transaksi kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke mesin ATM.

Di sisi lain, perbankan juga mendorong efisiensi operasional. Penguatan layanan digital dinilai mampu menekan biaya infrastruktur fisik sekaligus mengoptimalkan proses layanan.

Baca  Kepala Otorita IKN Ajukan Tambahan Anggaran Rp 16,13 Triliun

“Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan,” tambah Dian.

Lebih lanjut, pemanfaatan teknologi digital turut mendorong perluasan transaksi non-tunai atau cashless di masyarakat. Sistem ini diharapkan dapat membuat transaksi ekonomi berjalan lebih efisien dan mendorong peningkatan aktivitas perekonomian ke depan.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button