KaltimSamarinda

DPRD Kaltim Minta Pemprov Segera Tetapkan Pengelola Baru Mal Lembuswana

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – DPRD Kalimantan Timur mendorong Pemprov segera menetapkan pengelola baru Mal Lembuswana menjelang berakhirnya masa kontrak kerja sama pada 26 Juli 2026. Langkah ini dinilai penting agar tidak terjadi kekosongan pengelolaan yang berdampak terhadap operasional pusat perbelanjaan tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle menegaskan proses penentuan investor baru seharusnya sudah rampung sebelum kontrak lama berakhir. Ia menilai percepatan diperlukan demi memastikan transisi berjalan lancar tanpa jeda waktu.

“Seharusnya bulan depan sudah ada investor baru, bahkan idealnya setengah bulan sebelum kontrak berakhir pengelola sudah ditetapkan,” ujarnya Senin (06/04/2026), di Samarinda.

Baca  Hearing Bersama Disnaker Samarinda, Komisi IV Dorong Balai Latihan Kerja Ditingkatkan

Ia mengingatkan, jika penunjukan pengelola baru terlambat, maka beban operasional mal akan menjadi tanggungan pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai berpotensi membebani keuangan daerah dalam jumlah yang tidak kecil.

“Kalau belum ada pengelola baru, otomatis operasional ditanggung daerah, termasuk listrik air serta biaya lainnya yang nilainya cukup besar,” katanya.

Sabaruddin menyebut biaya operasional Mal Lembuswana mencapai sekitar Rp2,5 miliar setiap bulan. Angka tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti listrik, air, serta biaya pemeliharaan lainnya yang harus terus berjalan.

Baca  Ambulansi Komariah Ajak Masyarakat Talang Sari Perkuat Nilai Kebangsaan dalam Sosialisasi UMKT

Selain persoalan pengelolaan, ia juga menyoroti perlunya pembaruan konsep Mal Lembuswana agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan lain di Samarinda. Menurutnya, tingkat kunjungan masyarakat saat ini masih tertinggal dibandingkan mal yang lebih modern.

Ia mencontohkan Big Mall Samarinda yang dinilai memiliki daya tarik lebih tinggi karena menawarkan konsep rekreatif dan fasilitas kekinian. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih berkunjung ke mal tersebut.

“Sekarang masyarakat lebih tertarik ke mal yang punya konsep rekreasi modern, fasilitas lengkap, jadi perlu pembaruan agar bisa bersaing,” ujarnya.

Baca  Gubernur Kaltim Sisir Pajak Alat Berat, 11 Ribu Unit Belum Tergarap Optimal

Ia berharap kehadiran pengelola baru nantinya mampu menghadirkan inovasi dan konsep yang lebih segar sehingga Mal Lembuswana bisa kembali menjadi salah satu ikon kota Samarinda.

“Kalau dikelola dengan baik dan konsepnya diperbarui, bukan tidak mungkin Mal Lembuswana kembali ramai dan diminati masyarakat,” tutupnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button