
Editorialkaltim.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Akhmed Reza Fachlevi mendorong kepemimpinan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim agar lebih serius dalam membina atlet muda di daerah. Hal ini dinilai penting sebagai langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan prestasi olahraga Benua Etam di tingkat nasional.
Menurut Reza, pembinaan atlet usia dini harus menjadi prioritas utama. Tanpa sistem pembinaan yang kuat, Kaltim akan kesulitan bersaing dengan daerah lain yang telah lebih dulu membangun fondasi atlet sejak dini.
“Pembinaan atlet muda harus jadi prioritas utama. Tanpa sistem yang kuat, Kaltim akan sulit bersaing di tingkat nasional,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya penguatan manajemen di masing-masing cabang olahraga (cabor). Menurutnya, tata kelola organisasi yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi atlet.
“Manajemen dari masing-masing cabor juga harus diperkuat. Ini penting untuk mendukung peningkatan prestasi atlet di daerah,” katanya.
Selain itu, Reza turut menyoroti keberadaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi pembinaan. Padahal, lembaga tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan atlet muda berbakat di daerah.
“Keberadaan SKOI belum berjalan maksimal. Banyak lulusan yang tidak mendapatkan pembinaan lanjutan setelah menyelesaikan pendidikan di sana,” ungkapnya.
Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi membuat atlet muda berbakat memilih pindah ke daerah lain yang menawarkan pembinaan lebih jelas dan berkelanjutan.
“Banyak lulusan SKOI tidak tertampung. Akibatnya mereka memilih pindah ke daerah lain yang memberikan kesempatan pembinaan lebih baik,” jelasnya.
Reza juga mengkritisi kecenderungan sebagian pihak yang lebih memilih merekrut atlet dari luar daerah sebagai jalan pintas meraih prestasi. Menurutnya, langkah tersebut tidak menyelesaikan persoalan pembinaan jangka panjang.
“Merekrut atlet luar daerah memang instan, tapi tidak menyelesaikan masalah pembinaan. Kita harus fokus membangun atlet lokal secara berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung capaian Kaltim pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya yang belum memenuhi target. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengurus KONI yang baru untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kita prihatin dengan capaian PON sebelumnya yang belum sesuai target. Ke depan, Kaltim harus bisa kembali masuk tiga besar bahkan juara umum,” tutupnya.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



