KaltimPenajam Paser Utara

Bupati Soal RDMP Balikpapan, PPU Siap Jadi Penyangga Energi Nasional

Bupati PPU, Mudyat Noor saat menghadiri peresmian RDMP (Foto: Humas Pemkab)

Editorialkaltim.com— Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menghadiri peresmian kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) milik PT Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur. Peresmian proyek strategis nasional tersebut dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (12/1/2026).

Kehadiran Mudyat Noor dalam agenda nasional itu menegaskan posisi strategis Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah penyangga utama sektor energi nasional. Selama ini, PPU dikenal memiliki potensi serta cadangan minyak mentah yang berperan penting dalam menunjang operasional dan keberlanjutan pasokan energi ke Kilang Pertamina Balikpapan.

Baca  Peserta Latsirda Nusantara Ke-44 Latih Drumband Siswa MTSN 1 Paser

Mudyat Noor menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat melalui Pertamina dalam memperkuat infrastruktur energi nasional. Menurutnya, peresmian RDMP Balikpapan tidak hanya berdampak pada penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi wilayah penyangga seperti PPU.

“Kami menyambut baik peresmian kilang minyak ini. Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah yang memiliki potensi dan cadangan minyak mentah siap bersinergi mendukung operasional Kilang Pertamina Balikpapan demi kepentingan nasional,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan kilang tersebut mampu memberikan efek berganda bagi masyarakat PPU, mulai dari terbukanya lapangan kerja, penguatan sektor jasa dan industri pendukung, hingga kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui kerja sama berkelanjutan.

Baca  Wabup PPU Tinjau Lokasi Banjir, Soroti Pengembang Perumahan yang Abaikan Amdal

“Kami berharap dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat PPU dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan perekonomian,” tambahnya.

Peresmian Kilang Pertamina Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kemandirian energi nasional.

Selain meningkatkan kapasitas pengolahan minyak di dalam negeri, proyek ini diharapkan dapat menekan ketergantungan impor BBM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya.

Baca  DPRD Kukar Apresiasi Penetapan Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin sebagai Cagar Budaya

Berdasarkan keterangan tertulis Pertamina, megaproyek RDMP Balikpapan mencakup pengembangan sistem penerimaan minyak mentah, fasilitas pengolahan, hingga penguatan keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh. Proyek bernilai investasi sekitar Rp123 triliun ini bertujuan memodernisasi kilang eksisting, meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button