Bupati PPU Tekankan Peran NU Jaga Moderasi dan Harmoni Sosial

Editorialkaltim.com — Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan pentingnya peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan harmoni sosial di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal tersebut disampaikan saat peringatan Milad ke-100 NU yang digelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Mudyat Noor, pembangunan IKN yang berlangsung di wilayah PPU tidak hanya menghadirkan perubahan dari sisi infrastruktur, tetapi juga membawa dinamika sosial dan budaya yang perlu dikelola secara bijak.
“Pembangunan IKN tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Diperlukan penguatan nilai, karakter, dan harmoni sosial. Di sinilah peran NU sangat relevan,” ujar Mudyat Noor.
Ia menilai perjalanan satu abad NU menjadi bukti konsistensi organisasi keagamaan tersebut dalam menjaga ajaran Islam yang moderat sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Nilai-nilai itu dinilai sangat penting sebagai fondasi kehidupan sosial di kawasan ibu kota negara yang baru.
Pandangan senada disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji. Ia menyebut NU sebagai salah satu pilar bangsa yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga keutuhan nasional, termasuk dalam mendukung proses pembangunan IKN.
“NU tetap utuh sejak berdiri tahun 1926 dan konsisten menjaga persatuan bangsa. Ini modal sosial yang besar bagi Kalimantan Timur,” kata Seno Aji.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak semata-mata berorientasi pada aspek fisik. Menurutnya, nilai spiritual, keagamaan, dan kebangsaan juga menjadi bagian penting dalam perencanaan ibu kota negara baru.
“Tanpa dukungan ulama dan tokoh agama, pembangunan hanya akan menghasilkan bangunan mati. IKN harus punya jiwa,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan, pembangunan IKN juga diarahkan pada pemulihan lingkungan. Kawasan yang sebelumnya merupakan hutan tanaman produksi akan dikembalikan menjadi hutan tropis dengan tingkat keanekaragaman hayati yang lebih baik.
Selain itu, konsep pembangunan IKN juga menempatkan toleransi beragama sebagai nilai utama. Di sekitar kawasan Masjid Negara, direncanakan pembangunan rumah ibadah berbagai agama sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan nasional.
Peringatan Milad ke-100 NU di IKN dinilai menjadi penegasan bahwa arah pembangunan ibu kota negara baru tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang bersama yang menjunjung nilai kebangsaan, keberagaman, dan keadilan sosial. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



