
Editorialkaltim.com – Kegiatan Booktalk Spesial Ramadan digelar Minggu (8/3/2026) di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda peringatan 100 tahun Gontor dengan menghadirkan narasumber dari alumni Program Kader Ulama (PKU) Universitas Darussalam Gontor.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Muda (ICMM) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Samarinda.
Lebih dari 50 peserta dari berbagai organisasi dan lembaga mahasiswa di Samarinda turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Samarinda, IRMA Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim, DEMA Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UINSI Samarinda, BEM Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim, Borneo Institute of Islamic Thought and Civilization (BISTAC), Pusat Studi Islam Mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda, serta Pusat Studi Islam Mahasiswa Universitas Mulawarman.
Sejumlah organisasi Cipayung juga hadir dalam kegiatan ini, seperti HMI Samarinda, KAMMI Samarinda, serta PC PMII Kota Samarinda.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor MUI Kalimantan Timur itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan.
Sambutan pertama disampaikan oleh pembina ICMM MUI Kaltim yang diwakili oleh Ketua ICMM. Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua PC IMM Kota Samarinda, Muhammad Alif Baiquni Izzul Islam.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarorganisasi mahasiswa dalam kegiatan keilmuan Islam.
“Bahwasanya perlunya kita saling bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan seperti ini dalam rangka mendalami ilmu-ilmu yang ada dalam Islam serta program-program ini menjadi wujud nyata kontribusi IMM dalam mempererat ukhuwah dan membangun kualitas organisasi di kota Samarinda,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi refleksi bagi mahasiswa dalam menuntut ilmu di tengah tantangan zaman, terutama di era digital yang dinilai semakin menggerus nilai-nilai kehidupan.
“Kegiatan ini sebagai refleksi kita sebagai mahasiswa untuk menuntut ilmu, karna kita di hadapan dengan tantangan zaman yang menggerus nilai nilai kehidupan kita di era digital. Maka perlu kita menjaga ekosistem alam ini dengan membaca dan menulis sebagai bentuk penjagaan kita terhadap literatur islam,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pesan Al-Qur’an dengan mengutip QS Al-Baqarah ayat 30.
Acara Booktalk ini dimoderatori Jabal Noor yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman.
Sementara itu, narasumber Ustaz Wildan Arif Amrullah memaparkan materi berjudul “Antara Tajdid dan Dekonstruksi: Telaah Pemikiran al-Jabiri atas Ushul Fikih.”
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa melalui karya-karyanya, Muhammad ’Abid al-Jabiri menantang nalar berpikir umat Islam dan menawarkan kerangka baru dalam membaca Ushul Fikih. Namun, muncul pertanyaan apakah pendekatan tersebut masih dapat disebut sebagai tajdīd (pembaharuan) atau justru menjadi dekonstruksi terhadap warisan intelektual Islam.
Pemateri juga menyoroti adanya kekeliruan dalam cara berpikir seorang ilmuwan yang menurutnya tidak selalu berujung pada pembaharuan yang tepat. Alih-alih menawarkan konsep baru yang disebut dengan tajdid, pemikiran tersebut justru dinilai mendekonstruksi atau mengubah bangunan-bangunan cara berpikir Islam.
Sebelum menutup materinya, ia menyampaikan pesan reflektif kepada para peserta.
“Tidak selalu yang baru itu baik, dan tidak selalu yang baik datang dari hal-hal baru. Pembaharuan dalam makna tajdid meniscayakan kebaikan agar terbarukan, bukan asal menawarkan hal yang baru dan perubahan,” pesannya.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung aktif. Para peserta dari berbagai organisasi mahasiswa turut menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait tema kajian yang dibahas.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



