Awal Ramadan 1447 H Ditentukan Malam Ini, 133 Titik Rukyatul Hilal Digelar Serentak

Editorialkaltim.com – Pemerintah mulai melakukan pemantauan hilal untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026). Pengamatan dilakukan serentak di ratusan lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi menyiapkan total 133 titik rukyatul hilal. Rinciannya, 96 titik berada di bawah koordinasi Kemenag dan 37 titik lainnya dipantau oleh BMKG.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, menyampaikan hasil rukyat akan dibahas dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 H.
“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad, Senin (16/2/2026).
Sidang isbat dijadwalkan digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, pada Selasa petang. Sejumlah unsur akan dilibatkan, mulai dari perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, hingga instansi teknis terkait.
Secara perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Namun, posisi hilal saat matahari terbenam dilaporkan masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia.
Ketinggian hilal tercatat antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik. Sementara itu, sudut elongasi berada pada rentang 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Secara teori, kondisi ini belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.
Kriteria tersebut merujuk pada standar visibilitas hilal yang digunakan negara-negara anggota MABIMS. Meski secara hisab belum memenuhi syarat terlihat, proses rukyat tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur penetapan awal bulan hijriah di Indonesia.
BMKG melalui kanal informasinya menyatakan pengamatan dilakukan menggunakan perangkat optik dan instrumen pendukung yang memadai. Tim yang diterjunkan juga terdiri dari personel berpengalaman di bidang observasi hilal.
Hasil akhir penentuan awal Ramadan 1447 H akan diumumkan pemerintah usai sidang isbat selesai digelar. Keputusan tersebut nantinya menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



