KaltimSamarinda

Asap Kembali Tebal, DPRD Samarinda Koordinasikan Opsi Belajar Daring

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Harminsyah (Foto: Editorialkaltim)

Editorialkaltim.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Samarinda setelah beberapa hari terakhir minim hujan. Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Samarinda yang berencana berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengevaluasi kualitas udara sekaligus mempertimbangkan penerapan kembali pembelajaran daring.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Harminsyah mengatakan, kabut asap yang menyelimuti Samarinda mulai terlihat cukup tebal. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang masih menjalani aktivitas belajar di sekolah.

“Memang sudah beberapa hari belum ada lagi hujan. Walaupun sebelumnya ada beberapa kali hujan, kabut asap di Kota Samarinda sekarang sudah terlihat lumayan tebal,” ujar Harminsyah, Senin (12/10/2026).

Baca  DPRD Kaltim Desak APH Usut Tuntas Kasus Guru Cabuli Murid di Samarinda

Harminsyah menjelaskan, Komisi IV DPRD Samarinda belum dapat memastikan perlu tidaknya pembelajaran daring kembali diberlakukan. Pihaknya masih membutuhkan data dan hasil evaluasi dari Dinkes untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan akibat kabut asap.

Menurutnya, keputusan terkait sistem pembelajaran harus didasarkan atas kondisi kualitas udara dan indikator kesehatan yang jelas. Langkah tersebut diperlukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan situasi terkini serta mengutamakan keselamatan peserta didik.

Baca  Kedeputian Wilayah VIII BPJS Kesehatan Gandeng Media Sinergikan Informasi JKN Kepada Masyarakat

“Kami akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dulu. Apakah memang sudah memenuhi standar untuk kita mengusulkan atau kembali mengusulkan pembelajaran daring atau tidak,” katanya.

Ia menegaskan, koordinasi dengan Dinkes menjadi langkah awal sebelum DPRD memberikan rekomendasi terkait kemungkinan perubahan sistem pembelajaran di sekolah.

Selain itu, perkembangan kabut asap perlu terus dipantau, terutama jika kondisi udara semakin memburuk dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Harminsyah menilai, kesehatan peserta didik harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Baca  Sempat Ricuh, Ketua Harian Panitia Kongres XXXIX GMKI Buka Suara

Komisi IV DPRD Samarinda berharap hasil koordinasi dengan Dinkes dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kualitas udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan atau perlu dialihkan sementara ke sistem daring demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button