KaltimSamarinda

Arsada Kaltim Jadi Tumpuan RSUD Hadapi Turbulensi Regulasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, menyampaikan sambutan dalam acara pengukuhan Pengurus Wilayah Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Kalimantan Timur yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (4/2/2026). Dalam sambutannya, Ia menyebut kehadiran kepengurusan baru ini sebagai harapan baru bagi Kaltim, di tengah berbagai tantangan dan turbulensi regulasi yang saat ini dihadapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Di tengah turbulensi yang dihadapi RSUD kita, hadirnya Arsada yang baru menjadi harapan baru. Kita harus bersama-sama bergandeng tangan dan maju bersama,” ujarnya.

Saat ini RSUD masih bergulat dengan pemenuhan standar input, terutama yang berkaitan dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tantangan terbesar, kata dia, adalah keterbatasan tenaga medis spesialis untuk memenuhi tuntutan Kementerian Kesehatan serta regulasi baru terkait rumah sakit berbasis kompetensi.

Baca  Wagub Kaltim Ajak Pemuda Isi Kemerdekaan dengan Aksi Positif

ia menekankan agar kepengurusan Arsada yang baru menyusun program kerja yang progresif dan realistis. Program tersebut diharapkan dapat memperbaiki manajemen rumah sakit, memperkuat kualitas layanan, dan meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.

“Kami berharap Arsada menyusun program kerja yang benar-benar bisa dijalankan, yang mampu memperbaiki manajemen, memperkuat layanan, dan meningkatkan kepuasan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan RSUD menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kaltim. Hal tersebut dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari tata kelola sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga sistem rujukan yang terintegrasi.

Saat ini tanggung jawab pengembangan rumah sakit tidak hanya berada pada RSUD, melainkan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Untuk itu, rencana strategis (Renstra) Dinas Kesehatan akan diintegrasi dengan rumah sakit yang berada di bawah naungannya.

Baca  Kadis DPMPTSP Dukung DPRD Kaltim Tinjau Kembali Perusahaan Sawit di Kubar

“Semua harus terintegrasi, sehingga jelas arah pengembangannya, apa yang dibutuhkan, dan apa yang akan dilakukan. Dengan mekanisme ini, komitmen untuk memenuhi standar rumah sakit akan semakin kuat,” ujarnya.

Adapun pemenuhan pelayanan dasar, termasuk kesehatan, menjadi perhatian utama Gubernur Kaltim melalui program-program utama pemerintah daerah. Sehingga layanan RSUD diharapkan akan meningkat dibandingkan sebelumnya.

Ia menekankan pentingnya transformasi rumah sakit daerah. Hal itu dilakukan agar RSUD yang ada tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga menjadi institusi yang adaptif, efisien, dan unggul.

Baca  Pemprov Kaltim Gelontorkan 10 Miliar Pembangunan Gedung Karate di GOR Sempaja

“Pasien yang datang harus merasa nyaman dan senang, merasakan bahwa rumah sakit dikelola dengan hati dan secara transparan. Ini memang tidak mudah karena ada faktor manusia, organisasi, dan teknologi, tetapi ini bukan hal yang tidak mungkin,” jelasnya.

Ia berharap kehadiran kepengurusan Arsada Kaltim yang baru dapat menjadikan RSUD tidak hanya unggul di tingkat daerah, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi rumah sakit daerah di Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan kepengurusan Arsada yang baru, kita bisa menjadikan RSUD unggulan di Kaltim dan menjadi inspirasi bagi Indonesia,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button