APBD Turun Drastis, Gubernur Kaltim Tetap Gas Pembangunan Jalan 25 Km ke Desa Terisolasi Kubar

Editorialkaltim.com – Tahun ini, APBD Kalimantan Timur (Kaltim) diprediksi mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya Rp21 triliun, anggaran daerah disebut turun menjadi sekitar Rp14,25 triliun atau berkurang hampir Rp7 triliun.
Namun keterbatasan fiskal itu tak membuat Pemprov Kaltim mengendurkan agenda pemerataan. Salah satu fokusnya adalah pembangunan akses jalan menuju empat desa di Kecamatan Bongan, Kutai Barat.
Ruas jalan penghubung antar desa tersebut memiliki total panjang sekitar 25 kilometer. Rinciannya, Gerunggung–Tanjung Soke sepanjang 5 kilometer, Tanjung Soke–Deraya sekitar 10 kilometer, serta Deraya–Gerunggung/Lemper sekitar 10 kilometer.
Gubernur Rudy Mas’ud yang akrab disapa Harum menilai, pembangunan jalan itu bukan sekadar proyek fisik, tetapi instrumen strategis untuk mengangkat status desa tertinggal.
Jika akses membaik, skor Indeks Desa Membangun (IDM) diyakini meningkat. Desa tertinggal berpeluang naik menjadi desa berkembang, bahkan mandiri.
Dengan intervensi tersebut, Pemprov Kaltim menargetkan tak ada lagi desa tertinggal di wilayahnya. Terlebih, desa-desa tersebut berada di sekitar kawasan IKN yang sedang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru Indonesia.
Di tengah tekanan anggaran, pilihan kebijakan ini menunjukkan prioritas yaitu mempersempit kesenjangan dan memastikan pembangunan tak hanya berpusat di kota, tetapi menjangkau hingga desa terluar.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



