
Editorialkaltim.com – Akses menuju Pulau Maratua, Kabupaten Berau, kini tak lagi harus ditempuh dengan perjalanan panjang dan berlapis. Maskapai Wings Air resmi membuka penerbangan rute Berau (BEJ)–Maratua (RTU) melalui penerbangan perdana yang digelar Jumat (16/1/2026).
Penerbangan ini menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Maratua yang selama ini dikenal memiliki daya tarik kelas dunia, namun kerap terkendala keterbatasan konektivitas. Jalur udara Berau–Maratua diharapkan memangkas waktu tempuh sekaligus mempermudah wisatawan menuju pulau terluar Kalimantan Timur tersebut.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Sarifah Suraidah, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Direktur Keselamatan dan Keamanan Lion Air Iyus Susanto, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Ferdinan Nurdin, serta jajaran Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau turut menjadi penumpang dalam penerbangan perdana tersebut.
“Ini adalah hari Jumat yang penuh keberkahan, dan kita bersama-sama mengikuti penerbangan perdana dari Berau ke Maratua ini. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Otoritas Bandara Wilayah VII, Lion Air Group, dan Pemkab Berau yang telah merealisasikan rute Berau–Maratua ini setelah perjuangan panjang,” ucap Rudy Mas’ud.
Menurutnya, pembukaan rute tersebut bukan hanya soal transportasi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi percepatan pengembangan pariwisata Maratua yang selama ini belum tergarap maksimal akibat akses yang terbatas.
“Destinasi wisata ini benar-benar kelas dunia. Ekowisata seperti tornado barakuda di bawah laut Maratua menjadi atraksi luar biasa yang dapat dinikmati di surga kecil Kalimantan Timur ini. Saya juga mengusulkan agar ada rute terkoneksi Denpasar–Balikpapan–Berau–Maratua, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Bali dapat melanjutkan perjalanan ke Maratua,” jelasnya.
Ia menegaskan, konektivitas udara menjadi kunci untuk menggerakkan roda ekonomi di wilayah kepulauan seperti Maratua, sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai destinasi wisata bahari unggulan nasional.
“Kami ingin merencanakan pembangunan pariwisata Berau, khususnya destinasi wisata bahari, dengan sebaik-baiknya. Konektivitas yang telah dibuka dari Berau ke Maratua melalui jalur udara ini akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Maratua dan Berau. Sebab, pariwisata tanpa konektivitas adalah potensi yang terpuruk,” pungkasnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



