KaltimKukar

Siapkan Masa Depan Usai Bebas, Lapas Tenggarong Perkuat Keterampilan Warga Binaan

Sesi Foto bersama seusai kegiatan. (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong mengembangkan program Sarana Asimilasi Edukasi Kemasyarakatan Tangga Arung Pastarung (SAE Pastarung) untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja sebelum kembali ke masyarakat.

Program ini mengintegrasikan pembinaan, pelatihan vokasi, praktik kerja, hingga pemasaran produk. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang bagi warga binaan agar lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan pembinaan kemandirian dilakukan secara bertahap, mulai dari proses pembelajaran hingga keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menghasilkan produk untuk dipasarkan.

Baca  Capai Rp800 Juta per Unit, DPRD Kaltim Soroti Tingginya Biaya Pembuatan Dapur MBG

“Kalau kita lihat dari awal, pembinaan dimulai dari dalam dulu. Ada pembinaan, kemudian vokasi, praktik, dan diakhiri dengan pemasaran,” ujar Wayan, Selasa (20/10/2026).

Melalui SAE Pastarung, warga binaan dilibatkan dalam berbagai kegiatan produktif. Sektor yang dikembangkan meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Selain itu, terdapat kegiatan pencucian mobil, pembuatan tempe, serta usaha kuliner melalui Nahlok Kafe.

Baca  Demokrat Dukung Isran Noor dan Hadi Mulyadi di Pilgub Kaltim 2024

Keberadaan unit-unit usaha tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari selama menjalani pembinaan. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan kegiatan produktif.

Wayan menjelaskan, pengembangan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Menurutnya, pembinaan warga binaan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pihak lapas karena proses reintegrasi sosial juga memerlukan keterlibatan lintas sektor.

Ia menilai, warga binaan yang nantinya kembali ke masyarakat merupakan bagian dari warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Karena itu, dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk membantu keberlanjutan pembinaan dan mempersiapkan mereka agar mampu beradaptasi setelah menyelesaikan masa pidana.

Baca  Puji Tekankan Perempuan di Samarinda Harus Melek Politik untuk Kemajuan Bangsa

“Lapas Tenggarong berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke lingkungan masyarakat Kukar,” pungkasnya. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button