KaltimSamarinda

Karhutla Samarinda 670 Hektare, Arif Kurniawan Minta Pencegahan Diperkuat

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Samarinda, Arif Kurniawan (Foto: Editorialkaltim)

Editorialkaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda terus meluas sepanjang musim kemarau 2026. Luas lahan terbakar dilaporkan mencapai 670,23 hektare dari 281 kejadian. Kondisi tersebut mendapat sorotan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Samarinda, Arif Kurniawan.

Arif meminta pemerintah daerah memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan, terutama di kawasan yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Menurutnya, pemadaman saja tidak cukup apabila kejadian terus berulang.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda yang disampaikan dalam pemberitaan ANTARA pada Jumat (16/10/2026), jumlah kejadian karhutla mencapai 281 dengan luas lahan terdampak 670,23 hektare.

Angka tersebut meningkat dibandingkan awal Oktober. BPBD sebelumnya mencatat luas kebakaran 608,18 hektare pada 4 Oktober 2026, kemudian bertambah menjadi 643,27 hektare dari 259 kejadian hingga 7 Oktober.

Baca  Pencak Silat Kaltim Bikin Bangga, Borong 11 Medali di Muhammadiyah Games

Sejumlah wilayah terdampak antara lain Kecamatan Sambutan, Palaran, dan Samarinda Utara. Kawasan Pulau Atas dan Pelita 8 di Kecamatan Sambutan menjadi perhatian karena kebakaran berulang serta kondisi medan yang menyulitkan pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, sebelumnya menjelaskan pemadaman di kawasan Pulau Atas menghadapi kendala belukar kering, akses terbatas, serta kondisi lapisan bawah tanah yang berpotensi membuat api bertahan lebih lama.

Petugas menggunakan sistem estafet mobil tangki untuk memasok air menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Baca  Minimalisir Risiko Kebakaran, DPRD Dorong Pemasangan Sprinkler di Gedung Pemerintahan Bontang

“Penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, apalagi jika kebakaran terus terjadi dan wilayah terdampaknya semakin luas. Kita membutuhkan dukungan peralatan, personel, anggaran, serta koordinasi yang lebih kuat agar upaya pemadaman dan pencegahan bisa berjalan maksimal,” kata Arif.

Dampak karhutla juga mulai dirasakan masyarakat dari sisi kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Samarinda yang disampaikan pemerintah kota, tercatat 4.664 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama Oktober 2026 hingga laporan pertengahan bulan.

Meski demikian, angka tersebut merupakan jumlah kasus ISPA yang tercatat, bukan seluruhnya dapat dipastikan disebabkan langsung oleh asap karhutla.

Buruknya kualitas udara turut mendorong Pemkot Samarinda menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi sekolah terdampak asap.

Baca  ISPI Kaltim Soroti Rendahnya Kepedulian Remaja terhadap HIV

Di sisi penanganan, Pemkot telah memperkuat koordinasi bersama TNI Angkatan Udara untuk mendukung pemantauan titik panas dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Arif menilai langkah pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemetaan kawasan rawan, penyediaan sumber air, serta peningkatan kemampuan personel.

Ia berharap kesiapan petugas dan dukungan sarana pemadaman terus diperkuat agar kebakaran dapat dikendalikan lebih cepat sebelum meluas dan membahayakan permukiman maupun aktivitas masyarakat. (ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button