Penajam Paser Utara

Bupati PPU Dukung Sistem Jemput Bola untuk Permudah Calon Jemaah Haji

Bupati PPU H. Mudyat Noor (Ist)

Editorialkaltim.com – Pelayanan bagi calon jemaah haji di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) didorong semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat. Salah satu langkah yang dibahas adalah penerapan pelayanan jemput bola hingga tingkat kecamatan, sehingga warga tidak selalu harus datang ke pusat pemerintahan untuk memperoleh informasi maupun mengakses sejumlah layanan terkait penyelenggaraan haji.

Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan saat Bupati PPU H. Mudyat Noor menerima audiensi jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten PPU di Kantor Pemerintah Kabupaten PPU, Selasa (6/10/2026). Pertemuan turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda PPU Nicko Herlambang serta Kepala Bagian Kesra Setda PPU Hendro Susilo.

Baca  Polda Kaltim dan Kemen PU Cek Jalur Fungsional Tol IKN Jelang Operasi Lilin Mahakam 2025

Pelayanan yang lebih dekat dinilai diperlukan mengingat jumlah masyarakat PPU yang telah terdaftar sebagai calon jemaah haji cukup besar. Pendekatan hingga kecamatan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi secara lebih mudah, termasuk berkaitan dengan administrasi dan tahapan yang harus dipersiapkan sebelum keberangkatan.

Selain pola pelayanan, pertemuan membahas perkembangan kuota dan daftar tunggu jemaah, pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU), pendampingan hingga edukasi bagi calon jemaah. Persiapan tersebut dinilai penting agar jemaah tidak hanya memenuhi kelengkapan administrasi, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan pemahaman yang memadai sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Mudyat menyambut baik upaya memperkuat pelayanan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah berkepentingan memastikan masyarakat PPU memperoleh pelayanan yang jelas dan mudah selama menjalani seluruh tahapan persiapan ibadah haji.

Baca  Nelayan PPU Diminta Bentuk Kelompok Demi Akses Bantuan

“Pemkab PPU tentu siap mendukung peningkatan pelayanan bagi calon jemaah haji. Koordinasi harus terus diperkuat agar setiap tahapan yang dijalani masyarakat dapat berlangsung lebih mudah, tertib dan memberikan kepastian pelayanan,” ujar Mudyat.

Pembinaan melalui manasik juga menjadi perhatian dalam pertemuan. Pelaksanaannya diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih matang mengenai tata cara ibadah sekaligus mempersiapkan kondisi calon jemaah menghadapi rangkaian kegiatan selama berada di Tanah Suci.

Menariknya, pembahasan tidak hanya menyentuh aspek pelayanan ibadah. Peluang menghubungkan keberangkatan jemaah dengan pengembangan ekonomi lokal turut dibicarakan. Produk-produk unggulan PPU dinilai memiliki peluang untuk diperkenalkan lebih luas melalui keterlibatan jemaah asal daerah.

Baca  Inflasi PPU Tertinggi di Kaltim, Harga Bensin Jadi Biang Kerok

Potensi tersebut diharapkan dapat membuka ruang promosi bagi produk lokal sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, penyelenggaraan haji tidak hanya ditopang oleh pelayanan administrasi dan pembinaan yang semakin baik, tetapi juga dapat membuka peluang bagi penguatan ekonomi masyarakat.

Melalui koordinasi antara Pemkab PPU dan jajaran Kementerian Haji dan Umrah, pelayanan kepada calon jemaah diharapkan semakin terintegrasi dari tahap administrasi, kesehatan, manasik hingga pendampingan. Pemkab PPU juga mendorong pola pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat agar calon jemaah mendapatkan kemudahan dan kepastian dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji. (Adv/Rir)

Related Articles

Back to top button