KaltimKukar

Kebakaran dan Karhutla Tak Pengaruhi Harga TBS Sawit di Kukar

Kadisbun Kukar, Muhammad Taufiq saat ditemui awak media. (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran yang terjadi belakangan ini belum berdampak terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit maupun tingkat produksi perkebunan.

Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufiq, mengatakan harga TBS sawit saat ini berada di kisaran Rp2.300 per kilogram. Harga tersebut kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan akibat respons pasar terhadap kebijakan pemerintah terkait ekspor.

“Sekarang harga TBS sudah naik lagi di kisaran Rp2.300. Sebelumnya, harga sawit swadaya sempat mencapai Rp2.600 hingga Rp2.700 per kilogram,” ujar Taufiq, Jumat (16/10/2026).

Baca  Dua Item Seragam di Koperasi Sekolah Tak Seragam, Novan Jamin Biaya Bagi Siswa Tak Mampu

Ia menjelaskan harga TBS di Kukar berbeda antara kebun yang bermitra dengan perusahaan dan kebun swadaya. Harga TBS dari kebun kemitraan cenderung lebih stabil karena mengikuti penetapan harga pemerintah provinsi.

Sementara itu, harga TBS dari kebun swadaya relatif lebih rentan terhadap perubahan kondisi pasar.

Menurut Taufiq, kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan ekspor dan impor, dapat memengaruhi harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Perubahan harga CPO tersebut kemudian berdampak terhadap harga TBS yang diterima petani.

Baca  Sekda Kukar Dukung Pelatihan Ayam Petelur di Loa Duri Ilir

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya penurunan produksi maupun perubahan harga TBS yang disebabkan oleh kebakaran dan karhutla di wilayah Kukar.

“Karhutla maupun kebakaran ini tidak berpengaruh terhadap harga TBS maupun produksinya. Tidak ada penurunan produksi,” katanya.

Lebih lanjut, Taufiq menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga sawit sekaligus menciptakan iklim investasi perkebunan yang kondusif.

Menurutnya, upaya mendorong investasi di sektor perkebunan diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi, menjaga harga jual hasil perkebunan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani sawit.

Baca  Ketua DPRD Kukar Hadiri Tausiyah Malam Syukuran HUT ke-26 Desa Batuah

Taufiq menambahkan bahwa stabilitas harga TBS tidak terlepas dari kondisi pasar dan kebijakan pemerintah yang memengaruhi harga CPO.

“Karena itu, penguatan iklim investasi menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberlanjutan sektor perkebunan sawit di Kukar,” pungkasnya. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button