
Editorialkaltim.com – Berawal dari pengalaman membantu usaha keluarga, Reva Novierdi Putra (25) kini berhasil merintis kedai kopi miliknya sendiri. Melalui 4ever Coffee yang berlokasi di Jalan Awang Long, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Reva berupaya mewujudkan mimpinya menjadi pengusaha muda.
Perjalanan Reva membangun usaha tidak berlangsung mudah. Ia harus mengumpulkan modal dari hasil bekerja, menunda berbagai keinginan pribadi, hingga belajar mengelola bisnis secara mandiri.
Pria kelahiran Tenggarong, 12 November 2000, itu awalnya tidak pernah membayangkan akan terjun ke dunia usaha. Seperti kebanyakan anak muda di Bontang, ia bercita-cita menyelesaikan pendidikan dan bekerja di perusahaan besar.
Reva yang menempuh pendidikan di bidang teknologi informasi mulai mengenal dunia bisnis ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Saat kembali ke Bontang, ia mendapat kesempatan membantu kakak iparnya membuka kedai kopi.
Pengalaman tersebut menjadi titik awal ketertarikannya terhadap dunia usaha. Ia mempelajari berbagai hal, mulai dari pembelian bahan baku, pencatatan pemasukan, hingga pengelolaan kebutuhan operasional kedai.
Dari pengalaman itu, Reva menyadari bahwa menjalankan bisnis kopi tidak sekadar membutuhkan kemampuan meracik minuman. Pengelolaan keuangan, pelayanan, serta ketelitian dalam mengambil keputusan juga menjadi faktor penting.
Seiring waktu, keinginannya memiliki kedai sendiri semakin kuat. Reva kemudian mengumpulkan tabungan dari hasil bekerja hingga akhirnya memberanikan diri mendirikan 4ever Coffee.
Keputusan tersebut membawa tanggung jawab baru. Seluruh kebutuhan usaha, mulai dari modal, perlengkapan, bahan baku, hingga biaya operasional, harus dipersiapkan secara matang.
Bahkan, selama delapan bulan pertama menjalankan bisnis, Reva memilih mengesampingkan kebutuhan pribadinya demi memastikan usaha tetap berjalan.
“Di delapan bulan pertama, sebagian besar perhatian dan uang yang saya punya diarahkan untuk kedai. Bahkan, keperluan pribadi semua dikesampingkan. Nanti kalau ada uang lebih, baru bisa dipakai,” ujar putra kedua pasangan Arief Budiman dan Ernawati itu.
Pengorbanan tersebut menjadi bagian dari proses yang harus dijalani Reva. Ia memahami bahwa usaha yang baru dirintis membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan.
Nama 4ever Coffee Berawal dari Film Netflix
Di balik nama 4ever Coffee, tersimpan cerita dan harapan besar Reva terhadap masa depan usahanya.
Sebelum menentukan nama tersebut, Reva sempat mempertimbangkan sejumlah pilihan. Ia awalnya ingin menggunakan nama yang menggambarkan lokasi kedainya di sudut jalan.
Namun, rencana itu dibatalkan setelah mengetahui banyak usaha lain menggunakan nama serupa.
Reva juga sempat mempertimbangkan nama Tara, yang berkaitan dengan panggilan teman-temannya semasa kuliah. Akan tetapi, nama tersebut ternyata sudah digunakan usaha lain di Bontang.
Inspirasi akhirnya muncul ketika Reva menonton film berjudul 4ever melalui platform Netflix. Judul film tersebut kemudian dipilih menjadi identitas kedai kopinya.
Kata forever dalam bahasa Inggris berarti selamanya. Bagi Reva, nama tersebut mencerminkan harapan agar usaha yang dibangunnya mampu bertahan dan terus berkembang.
Ia tidak ingin 4ever Coffee hanya menjadi usaha yang ramai sesaat, kemudian berhenti di tengah jalan. Sebaliknya, Reva berharap kedainya dapat tumbuh menjadi bisnis berkelanjutan.
Nama tersebut sekaligus menjadi pengingat tentang perjuangan yang telah dilaluinya, mulai dari mengumpulkan tabungan hingga mengambil keputusan untuk membangun usaha sendiri.
Dari Pribadi Pendiam Jadi Lebih Percaya Diri
Selain memberikan pengalaman berbisnis, perjalanan membangun 4ever Coffee turut membawa perubahan dalam kehidupan pribadi Reva.
Ia mengaku sebelumnya merupakan sosok yang cenderung pendiam. Reva bahkan lebih memilih diam apabila tidak diajak berbicara terlebih dahulu.
Namun, kebiasaan tersebut perlahan berubah setelah ia mulai mengelola kedai kopi.
Sebagai pemilik usaha, Reva dituntut mampu berkomunikasi dengan pelanggan, menjelaskan menu, menjawab pertanyaan, serta membangun hubungan baik dengan pengunjung.
Interaksi yang berlangsung setiap hari membuatnya semakin terbiasa membuka percakapan dengan orang baru.
Dari situ, kepercayaan dirinya mulai tumbuh. Reva juga memiliki kesempatan memperluas relasi dan mengenal lebih banyak orang dengan latar belakang berbeda.
Menurut pengalamannya, menjalankan kedai kopi bukan sekadar menjual minuman. Kenyamanan pelanggan, komunikasi yang baik, serta suasana kedai turut menentukan keberlangsungan usaha.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga bagi Reva. Dunia bisnis yang awalnya terasa asing justru membantunya mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan sosial.
Bertahan di Tengah Persaingan Bisnis Kopi
Meski telah berhasil mendirikan kedai sendiri, Reva menyadari perjalanan membangun 4ever Coffee masih panjang.
Setiap hari, ia harus memastikan berbagai kebutuhan usaha terpenuhi, mulai dari ketersediaan bahan baku, persiapan sebelum kedai beroperasi, hingga pekerjaan setelah pelanggan meninggalkan tempat.
Rutinitas tersebut menuntut kedisiplinan dan pengelolaan waktu yang baik. Tidak jarang, waktu istirahat harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional kedai.
Di sisi lain, persaingan bisnis kopi menjadi tantangan tersendiri. Semakin banyak kedai bermunculan dengan menawarkan beragam menu, konsep, dan suasana untuk menarik pelanggan.
Kondisi itu membuat Reva harus terus menjaga kualitas produk sekaligus mempertahankan ciri khas 4ever Coffee.
Ia memahami bahwa pelanggan memiliki banyak pilihan tempat menikmati kopi. Karena itu, kualitas minuman, pelayanan, serta kenyamanan pengunjung menjadi perhatian utama dalam menjalankan bisnisnya.
Bagi Reva, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggan yang datang. Kemampuan mempertahankan kepercayaan pelanggan dan menjaga keberlangsungan bisnis juga menjadi ukuran penting.
Pengalaman merintis usaha turut mengajarkannya untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Setiap kesalahan menjadi bahan evaluasi, sedangkan tantangan yang muncul menjadi kesempatan untuk terus belajar.
Reva juga menyadari bahwa membangun bisnis membutuhkan proses panjang. Hasil yang diharapkan tidak selalu datang dalam waktu singkat sehingga diperlukan kesabaran dan komitmen untuk terus berkembang.
Kini, Reva masih berupaya mengembangkan 4ever Coffee di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Berbagai target telah disiapkan, meski tantangan bisnis tetap harus dihadapi setiap hari.
Baginya, kedai yang berdiri di sudut Jalan Awang Long itu bukan sekadar tempat menjual kopi, melainkan wujud keberanian untuk menentukan masa depan melalui usaha sendiri.
Dari tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga pengorbanan selama masa awal merintis bisnis, Reva terus berusaha menjaga mimpi yang telah dibangunnya.
Di balik setiap cangkir kopi yang disajikan, tersimpan perjalanan seorang anak muda yang memilih belajar, berjuang, dan bertahan demi mewujudkan cita-citanya.
Perjalanan Reva bersama 4ever Coffee pun masih terus berlanjut. Ia berharap usaha yang dirintisnya dapat terus tumbuh, sesuai makna nama yang dipilihnya: bertahan untuk selamanya. (lia/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



