

Editorialkaltim.com – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengawal penyaluran bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp150 juta dari PT Prima Mitrajaya Mandiri (PMM) untuk korban kebakaran di Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.
Kepala Disbun Kukar Muhammad Taufiq mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan untuk memastikan bantuan tersebut menjangkau masyarakat terdampak kebakaran di kedua wilayah.
Menurutnya, bantuan CSR tersebut awalnya direncanakan khusus bagi korban kebakaran di Kelurahan Melayu. Namun, kebakaran yang kembali terjadi di Kelurahan Loa Ipuh, Selasa (13/10/2026), membuat pemerintah daerah mengambil langkah penyesuaian.
Taufiq menjelaskan, pembagian bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kukar agar masyarakat terdampak kebakaran di kedua kelurahan mendapatkan perhatian.
“Rasanya kurang tepat kalau Melayu saja mendapat bantuan, sedangkan Loa Ipuh tidak mendapat bagian. Karena itu, atas arahan Bupati, kami membahas pembagian bantuan ini bersama pihak perusahaan,” kata Taufiq, Kamis (15/10/2026).
Dari total dana CSR sebesar Rp150 juta, Disbun Kukar bersama pihak perusahaan menyepakati alokasi sekitar Rp22,5 juta untuk korban kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh.
Sementara itu, sisa bantuan sebesar Rp127,5 juta diperuntukkan bagi 75 kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu.
Taufiq menegaskan, pihaknya akan memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Hal ini penting agar dana CSR benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Prinsipnya, semua bantuan itu tidak boleh ada yang tidak sampai kepada korban. Kami pastikan Rp150 juta ini sampai kepada yang berhak menerimanya,” tegasnya.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan perusahaan menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Sementara itu, Senior Manager PT Prima Mitrajaya Mandiri Ristio mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang menjadi korban kebakaran.
“Dengan adanya informasi kebakaran di Kampung Melayu, kami dari manajemen berniat membantu melalui dana CSR sebanyak Rp150 juta. Namun, karena ada kejadian kebakaran baru di Kelurahan Loa Ipuh, sebagian bantuan kami bagikan ke sana,” ujar Ristio.
Melalui koordinasi tersebut, Disbun Kukar berharap penyaluran bantuan CSR dapat berjalan lancar dan membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak setelah kebakaran.
Pemkab Kukar juga berharap keterlibatan dunia usaha dalam membantu masyarakat terdampak musibah terus diperkuat melalui program CSR yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



