
Editorialkaltim.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, meninjau lokasi longsor di belakang SD Negeri 017 Samarinda Utara. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melihat tindak lanjut penanganan infrastruktur sekolah.
Neneng mengatakan, lokasi longsor sebelumnya telah ditinjau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, pihak sekolah berharap penanganan longsor segera direalisasikan agar aktivitas belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak sekolah, penanganan sarana dan prasarana tersebut telah masuk tahap perencanaan pembangunan di 2027,” ujar Neneng kepada awak media, Rabu (14/10/2026).
Selain meninjau lokasi longsor, Neneng menyempatkan diri melihat rencana lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Sempaja Utara.
Sebelum melakukan peninjauan di dua lokasi tersebut, Neneng menghadiri kegiatan Inspektorat Goes to School di SD Negeri 017 Samarinda Utara. Kegiatan ini melibatkan jajaran Inspektorat dan Disdikbud Kota Samarinda.
Neneng menjelaskan, program tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin kepada siswa sejak dini.
Menurutnya, pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membangun budaya integritas, terutama melalui pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Penanaman nilai antikorupsi tidak hanya dilakukan melalui pemahaman teori, tetapi juga dengan membiasakan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Neneng.
Sementara itu, perwakilan Inspektorat Kota Samarinda, Mukhlis, menjelaskan kegiatan sosialisasi antikorupsi di sekolah dasar tersebut dilaksanakan atas arahan Sekda Samarinda agar edukasi integritas dapat menjangkau anak-anak secara langsung.
Dalam kegiatan itu, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersikap jujur melalui contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti tidak menyontek saat ujian, tidak berbohong, dan disiplin waktu.
Mukhlis mengingatkan, kebiasaan kecil yang mencerminkan ketidakjujuran tidak boleh dibiarkan karena berpotensi memengaruhi pembentukan karakter anak hingga dewasa.
“Kebiasaan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, perilaku tidak jujur dapat berkembang dan memengaruhi karakter seseorang ketika dewasa,” ucap Mukhlis.
Ia berharap edukasi antikorupsi dapat membentuk karakter siswa agar terbiasa menerapkan nilai integritas, baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat.
“Karena itu, anak-anak diajak membangun kebiasaan jujur, bertanggung jawab, dan disiplin sejak di bangku sekolah,” tutup Mukhlis. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



