KaltimPenajam Paser Utara

DPKP PPU Tangani 1.037 Laporan Non-Kebakaran, Ular dan Tawon Mendominasi

Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menangani 1.037 laporan non-kebakaran sepanjang Januari hingga 5 Oktober 2026. Penangkapan ular dan penanganan sarang tawon menjadi laporan terbanyak yang ditangani petugas.

Berdasarkan data DPKP PPU, sebanyak 487 laporan berkaitan dengan penangkapan ular, 256 laporan penanganan sarang tawon vespa dan lebah madu, serta 294 laporan operasi penyelamatan non-kebakaran.

Kepala DPKP PPU Fernando Simanjuntak mengatakan tugas petugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat.

“Penanganan yang kami lakukan tidak hanya kebakaran, tetapi juga berbagai laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan penyelamatan dan penanganan kondisi darurat,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (6/10/2026).

Baca  BPBD PPU Tebang Pohon Rawan Tumbang di Sungai Parit

Fernando menjelaskan, dari 294 operasi penyelamatan non-kebakaran, laporan terbanyak berkaitan dengan kendaraan mogok, terkunci, atau terperosok yang mencapai 83 kejadian.

Rinciannya, sebanyak 36 kejadian terjadi di Kecamatan Penajam, 23 di Babulu, 18 di Sepaku, dan enam di Waru.

Selain itu, petugas menangani 74 laporan penyiraman jalan, tumpahan oli, serta saluran air tersumbat. Kemudian, 31 laporan bantuan jumper aki, 30 laporan pemotongan cincin, borgol, kunci, dan kail pancing, serta 22 laporan pintu terkunci.

Laporan lainnya meliputi 21 permintaan distribusi air bersih, 14 evakuasi warga sakit, anak terkunci, jenazah, dan orang tersesat, serta delapan bantuan terkait instalasi listrik atau tiang.

Petugas juga menerima tiga laporan pencarian orang hilang, tiga penanganan ban bocor, serta dua pengamanan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Baca  Ketua DPRD Bontang Pastikan Program Makan Gratis Transparan

“Setiap laporan yang masuk menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kesiapsiagaan personel diperlukan agar bantuan dapat diberikan sesuai dengan kondisi yang dihadapi warga,” katanya.

Sementara itu, penangkapan ular menjadi jenis penanganan terbanyak dengan 487 laporan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 274 laporan melibatkan ular berbisa.

Kecamatan Penajam mencatat 142 laporan penangkapan ular berbisa, disusul Kecamatan Babulu sebanyak 86 laporan.

Penanganan sarang tawon vespa dan lebah madu juga cukup tinggi, mencapai 256 laporan. Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, yakni 162 kejadian.

Fernando mengimbau masyarakat tidak menangani sendiri ular maupun sarang tawon yang berpotensi membahayakan keselamatan. Warga diminta segera menghubungi petugas untuk menghindari risiko cedera.

Baca  Wifi Gratis Masuk Desa, Subandi Tegaskan Akses Edukasi Harus Merata

“Jika menemukan ular atau sarang tawon yang berpotensi membahayakan, masyarakat sebaiknya meminta bantuan petugas agar penanganannya dapat dilakukan dengan aman,” imbuhnya.

Menurut Fernando, beragamnya laporan yang diterima menunjukkan luasnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyelamatan. Karena itu, kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam memberikan respons terhadap setiap laporan darurat.

DPKP PPU terus menjalankan pelayanan penyelamatan, baik dalam penanganan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya, guna menjaga keselamatan masyarakat. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button