KaltimPenajam Paser Utara

Medan Sulit Jadi Kendala Penanganan Karhutla, Damkar PPU Andalkan Dana BTT

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Fernando Simanjuntak (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi sejumlah kendala dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam menjadi tantangan utama, terlebih saat titik api muncul secara bersamaan di sejumlah kecamatan.

Kepala DPKP PPU Fernando Simanjuntak mengatakan akses menuju lokasi kebakaran kerap menyulitkan petugas. Sebagian titik api berada di kawasan hutan dan lahan gambut yang tidak memungkinkan kendaraan pemadam masuk secara langsung.

“Ya memang kalau kendala-kendala ya jelas ada. Utama sekali terkait dengan medannya. Karena karhutla ini istilahnya akses untuk masuk ke lokasi kejadian itu memang sering menyulitkan kita,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Fernando menjelaskan, armada pemadam hanya bisa menjangkau lokasi melalui jalan yang tersedia. Ketika akses kendaraan terputus, petugas terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan pemadaman.

Baca  Pj Gubernur Kaltim Tinjau Kondisi Ruas Jalan Lintas Kubar-Mahulu

“Kalau sudah tidak ada jalan, mau tidak mau kita jalan kaki, tarik selang. Atau mencari misalnya rawa-rawa yang ada di situ dengan menggunakan pompa portable. Nah, itu kendalanya kadang,” jelasnya.

Selain medan sulit, tingginya intensitas karhutla menjadi tantangan tersendiri. Fernando menyebut petugas rata-rata menangani lima titik kebakaran dalam sehari yang tersebar di sejumlah wilayah PPU.

“Kalau melihat intensitas kejadian ini kan cukup tinggi. Bisa sehari itu, kalau saya rata-ratakan kan, itu lima titik. Dan tersebar di empat kecamatan. Kadang-kadang bisa satu kecamatan itu tiga titik,” katanya.

Baca  Masyarakat Apresiasi BPJS Kesehatan Tetap Buka Meski Libur Lebaran

Bahkan, DPKP PPU pernah menangani tujuh titik kebakaran yang muncul hampir bersamaan di empat kecamatan, yakni Sepaku, Babulu, Waru, dan Penajam.

“Ya ada yang kejadiannya itu mungkin minggu lalu kalau nggak salah tuh. Itu ada tujuh titik. Karena Sepaku, Babulu, Waru, dan Penajam. Langsung empat kecamatan,” ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, DPKP PPU mengandalkan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menunjang kebutuhan operasional penanganan karhutla.

Fernando mengakui keberadaan dana BTT sangat membantu petugas di lapangan, terutama ketika kebakaran terus terjadi dan membutuhkan penanganan dalam waktu bersamaan.

“Tapi kami cukup terbantu ya, artinya dengan adanya dana BTT itu. Jadi kalau tidak ada BTT itu, kemungkinan kami juga akan kesulitan. Bisa jadi sampai dengan ya kita ini tidak tahu berakhirnya ini kapan,” ujarnya.

Baca  Polres PPU Selidiki Dugaan Penyelewengan Pertalite SPBN Nelayan

Ia menambahkan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikannya, kondisi rawan karhutla berpotensi berlangsung hingga Januari.

“Karena diperkirakan oleh BMKG kemungkinan sampai Januari. Kalau kita sih berharap mudah-mudahan jangan sampai Januari,” tuturnya.

DPKP PPU terus mengoptimalkan armada dan peralatan pendukung yang tersedia agar penanganan karhutla tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan akses serta tingginya jumlah titik kebakaran.(ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button