KaltimPenajam Paser Utara

Revitalisasi 60 Sekolah di PPU Telan Anggaran Rp27 Miliar

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Sebanyak 60 sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat sepanjang 2026. Anggaran yang dikucurkan untuk memperbaiki dan membangun sarana pendidikan tersebut mencapai Rp27 miliar.

Program revitalisasi menyasar sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU Ricci Firmansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan program kementerian untuk memperbaiki sekaligus membangun fasilitas sekolah.

“Bantuan tersebut merupakan kegiatan untuk memperbaiki atau membangun prasarana di sekolahan. Tahun 2026 ini yang sudah berjalan itu ada di 60 sekolah di tiga jenjang, PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten PPU,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (7/10/2026).

Baca  Dialog Perumda Batiwakkal dan Warga lewat Forum RT, Dorong Perbaikan Pelayanan Air Minum

Ricci menjelaskan, jumlah sekolah penerima bantuan masih berpeluang bertambah karena program dilaksanakan secara bertahap. Sejauh ini, PAUD menjadi jenjang dengan jumlah penerima terbanyak.

“Untuk rinciannya yang sudah berjalan itu di PAUD ada 42 sekolah, kemudian SD itu 10 sekolah dan SMP 8 sekolah. Itu masih memungkinkan ada penambahan lagi karena ini bertahap untuk pelaksanaannya,” ujarnya.

Berdasarkan data Disdikpora PPU, total anggaran revitalisasi untuk 60 sekolah mencapai Rp27.021.666.480,83. Anggaran itu terdiri dari sekitar Rp15,76 miliar untuk PAUD, Rp7,94 miliar untuk SD, dan Rp3,31 miliar untuk SMP.

“Sampai saat ini yang sudah berjalan totalnya Rp27 miliar untuk di 60 sekolah tadi terdiri dua kegiatan untuk rehabilitasi dan untuk pembangunan,” jelasnya.

Baca  Daurah Syar'iyyah Intensif Samarinda Hadirkan Ulama Besar Saudi

Untuk rehabilitasi, fasilitas yang diperbaiki meliputi ruang kelas, ruang administrasi atau kantor, perpustakaan, dan toilet. Sementara itu, pembangunan baru mencakup ruang kelas, ruang administrasi, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, area bermain, hingga laboratorium komputer.

“Rehabilitasi itu ada untuk ruang kelas, ruang kantor, perpustakaan dan toilet, kalau untuk pembangunan sama ruang kelas juga, kantor, UKS, toilet, area bermain sama ruang lab komputer,” ungkapnya.

Data Disdikpora PPU mencatat rehabilitasi mencakup 66 ruang kelas, 13 ruang administrasi atau kantor, enam perpustakaan, serta 19 toilet. Sementara pembangunan baru terdiri dari 18 ruang kelas, dua ruang administrasi atau kantor, 15 UKS, delapan toilet, 19 area bermain, dan satu laboratorium komputer.

Baca  Puji Sebut Museum Samarinda Belum Menarik, Koleksi Minim dan Anggaran Terbatas

Ricci mengatakan, jenis pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhan setiap sekolah penerima. Sekolah terlebih dahulu mengusulkan fasilitas yang membutuhkan perbaikan maupun pembangunan sebelum dilakukan asistensi dari kementerian.

“Dari sekolah mengusulkan yang mana dilakukan terkait dengan pembangunan dan perbaikannya kemudian dilakukan asistensi oleh kementerian,” ujarnya.

Program revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah penerima bantuan. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya

Related Articles

Back to top button