

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendorong penataan kawasan permukiman padat sebagai langkah memperkuat mitigasi kebakaran. Penataan dinilai penting karena akses kendaraan pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian masih menjadi kendala di sejumlah kawasan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, mengatakan penataan perlu dilakukan terutama terhadap jalan lingkungan dan gang yang sulit dilalui kendaraan saat kondisi darurat.
“Melihat kondisi yang ada, kemudian kejadian malam tadi bagaimana penanganannya, di mana lokasi jalan gang ini susah dilewati oleh Bangwir. Ini memang perlu penataan,” ujar Akhmad Taufik, Selasa (6/10/2026).
Menurut Taufik, penataan dapat dilakukan melalui koordinasi sejumlah perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Salah satu opsi yang didorong ialah pelebaran jalan lingkungan agar kendaraan darurat bisa menjangkau kawasan permukiman.
Ia menyebut akses jalan yang memadai tidak hanya dibutuhkan mobil pemadam kebakaran, tetapi juga ambulans ketika terjadi kondisi darurat lainnya.
“Jalan lingkungan ini bisa ditata, bisa dilebarkan, dan kendaraan kalau terjadi apa-apa bisa ambulans. Apalagi Bangwir bisa masuk,” katanya.
Taufik juga meminta masyarakat memahami pentingnya penataan kawasan. Pembangunan rumah maupun bangunan lainnya diharapkan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan akses jalan.
“Jangan sampai ini membangun setelah ini membangun sekenanya masing-masing. Sesuaikan, ditata dengan minimal dari kelurahan dan kecamatan, nanti dibantu lewat Perkim,” ucapnya.
Selain penataan akses, Pemkab Kukar membuka opsi menambah titik sumber air guna mendukung penanganan kebakaran. Salah satu langkah yang dipertimbangkan ialah pembangunan jaringan hidran di sejumlah titik, khususnya kawasan permukiman padat.
“Tadi ada diusulkan untuk pasokan air. Artinya pipa-pipa hidran di titik-titik tertentu, apalagi di permukiman. Tidak hanya di sini, mungkin di seluruh kawasan padat,” jelasnya.
Penguatan penanganan kebakaran di tingkat lingkungan juga dinilai penting. Pemerintah mendorong keberadaan relawan kebakaran atau Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) di tingkat RT, termasuk dukungan sumber air yang dapat digunakan ketika kebakaran terjadi.
“Yang paling penting sebenarnya relawan-relawan di RT harus dibangkitkan juga, per RT. Ada Balakarnya. Balakar dari kota ada juga di sana,” ujarnya.
Terkait kemungkinan penambahan unit pemadam kebakaran, Taufik mengatakan pengadaan akan menyesuaikan kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah.
“Artinya sesuai kebutuhan, kemudian sesuai dengan ketersediaan anggaran. Kalau anggaran tersedia, mungkin insyaallah kebutuhannya akan terpenuhi,” pungkasnya. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



