
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani dampak kekeringan yang mulai mengancam lahan pertanian. Sedikitnya 10 kecamatan masuk dalam wilayah terdampak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, wilayah terdampak meliputi Kota Bangun Darat, Samboja, Samboja Barat, Loa Janan, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, Kembang Janggut, Tenggarong, dan Tenggarong Seberang.
“Setidaknya ada 10 kecamatan yang terdampak terhadap kekeringan itu,” ujar Sunggono, Rabu (12/8/2026).
Satgas dibentuk untuk memetakan kondisi lahan pertanian, tanaman padi, hingga kebutuhan petani di setiap wilayah terdampak. Pembentukan tim merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri setelah rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta instansi terkait di tingkat provinsi dan pusat.
Tim melibatkan Dinas Pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), camat, kepala desa atau lurah, serta perangkat teknis terkait. Sedikitnya dua tim besar diterjunkan ke lapangan mulai Rabu (12/8/2026).
“Besok tim akan turun ke lapangan dengan menyertakan teman-teman PPL yang ada di lapangan, Pak Camat, Pak Lurah, Pak Desa, kemudian mengidentifikasi sebenarnya kondisi di lapangan itu seperti apa persisnya,” ujarnya.
Pemetaan mencakup waktu tanam, kondisi tanaman padi yang telah ditanam, serta kebutuhan petani dalam menghadapi kekeringan. Ketersediaan air menjadi salah satu fokus pemeriksaan.
“Kebutuhan fisik yang dibutuhkan oleh petani. Ya tentu kalau dalam kondisi seperti ini kan pasti air,” jelasnya.
Pemkab Kukar juga akan mencari sumber air alternatif. Penggunaan pompa menjadi salah satu opsi untuk membantu mengairi lahan pertanian. Pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi disebut telah menyatakan kesiapan membantu kebutuhan pompa bagi wilayah terdampak.
Selain pompa, bantuan benih padi yang sesuai dengan kondisi kekeringan dapat disiapkan jika dibutuhkan petani.
Penanganan kekeringan menjadi perhatian karena Kukar merupakan salah satu daerah penopang produksi padi di Kalimantan Timur. Sunggono menyebut target tanam padi di Kaltim mencapai sekitar 10.020 hektare dan sekitar 40 persen di antaranya berada di Kukar.
Kondisi pertanian di Kukar pun dinilai turut memengaruhi pencapaian target produksi padi Kaltim.
Sunggono menegaskan intervensi tidak akan disamaratakan. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi setiap kecamatan, desa, hingga lahan pertanian.
“Mana yang harus terjadi intervensi, bagaimana terjadi intervensi, dan kapan akan terjadi intervensi,” katanya.
Hasil pemetaan ditargetkan rampung paling lambat Kamis (13/8/2026) untuk selanjutnya dipaparkan kepada Bupati Kukar.
Pemkab Kukar juga membuka opsi menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) jika hasil identifikasi menemukan kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.
“Kalau ternyata petani membutuhkan dalam waktu dekat, mungkin saja kita akan menggunakan BTT,” tutupnya. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



