Efek Kesepakatan Prabowo-Trump, Indonesia Borong Minyak AS Rp 253 Triliun

Editorialkaltim.com– Kesepakatan dagang antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdampak langsung pada sektor energi. Indonesia dipastikan akan memborong minyak mentah dan gas dari AS senilai US$ 15 miliar atau setara Rp 253,32 triliun per tahun (kurs Rp 16.888 per dolar AS).
Komitmen tersebut merupakan bagian dari perjanjian tarif resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang diteken kedua kepala negara pada Kamis (19/2) pagi waktu AS. Dalam skema ini, Indonesia sepakat meningkatkan pembelian komoditas energi dari Negeri Paman Sam.
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengatakan pembelian itu mencakup impor crude oil dan gas yang akan dilakukan setiap tahun.
“Ada kesepakatan untuk melakukan impor gas dan crude oil nilainya US$ 15 miliar per tahunnya,” ujar Rosan dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).
Tak hanya impor, Rosan menyebut kesepakatan tersebut juga membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas di sektor energi. Saat ini, Indonesia dan AS tengah membahas sejumlah proyek yang masih dalam tahap penjajakan, khususnya di bidang minyak dan gas.
“Kita rencana untuk lebih mendekatkan kerja sama di bidang ekonomi terutama di bidang investasi. Kita juga sudah memulai pembicaraan beberapa kemungkinan investasi yang masih on the pipeline,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pembelian energi dari AS menjadi salah satu poin penting dalam negosiasi dagang kedua negara. Komitmen US$ 15 miliar tersebut mencakup LPG, minyak mentah, hingga BBM jadi.
“Salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah kita akan membeli BBM sebesar US$ 15 miliar. Itu terdiri dari LPG, kemudian dari crude-nya, kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Menurut Bahlil, realisasi impor bisa dilakukan dalam tahun ini jika kesepakatan teknis dan bisnis telah final.
“Kalau sudah deal, tahun ini juga,” tegasnya.
Selain pembelian energi, dalam kesepakatan yang sama Indonesia juga disebut akan membeli 50 pesawat Boeing dari AS. Namun, pembelian migas menjadi salah satu poin terbesar dalam implementasi kerja sama ekonomi pasca pertemuan Prabowo-Trump tersebut.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



