105.000 Pikap Bakal Diimpor dari India Buat Kendaraan Koperasi Merah Putih

Editorialkaltim.com – Sebanyak 105.000 kendaraan komersial, mayoritas berupa pikap, bakal diimpor dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih. Pengadaan tersebut dilakukan oleh BUMN Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana utama proyek koperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Jumlah impor itu terdiri dari 35.000 unit pikap Mahindra Scorpio serta 70.000 unit kendaraan produksi Tata Motors. Dari total pesanan Tata Motors, sebanyak 35.000 unit merupakan pikap Yodha dan 35.000 unit lainnya truk ringan Ultra T.7.
Mahindra & Mahindra pada 4 Februari 2026 mengumumkan komitmennya mengekspor 35.000 unit Scorpio ke Indonesia tahun ini. CEO Automotive Division Mahindra & Mahindra Ltd., Nalinikanth Gollagunta, menyebut volume ekspor tersebut akan berdampak signifikan terhadap kinerja internasional perusahaan.
“Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan Operasi Internasional kami, menambah volume ekspor total kami seperti tahun fiskal 2025,” ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Sabtu (21/2/2026).
Scorpio yang dipesan untuk proyek ini diproduksi di pabrik Mahindra di Nashik, Maharashtra, India. Model tersebut menjadi satu-satunya produk Mahindra yang dipasarkan di Indonesia sejak diluncurkan pada 2019.
Sementara itu, Tata Motors melalui anak usahanya, Tata Motors Distribusi Indonesia, pada 10 Februari 2026 mengumumkan perolehan pesanan 70.000 unit kendaraan untuk Agrinas. Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia Asif Shamim menyebut kontrak ini sebagai yang terbesar bagi perusahaan.
“Pengerahannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional,” ujar Shamim.
Total 105.000 unit kendaraan komersial yang akan didatangkan dari India itu hampir setara dengan total penjualan pikap seluruh merek di Indonesia sepanjang 2025 yang tercatat sekitar 107.000 unit.
Rencana impor dalam jumlah besar ini pun menjadi sorotan, mengingat Indonesia memiliki sejumlah produsen pikap dengan kapasitas produksi signifikan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri otomotif dalam negeri sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan kendaraan pikap dalam jumlah besar.
“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” ujar Agus.
Meski demikian, pengadaan kendaraan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi dan logistik Koperasi Desa Merah Putih, khususnya untuk mendukung sektor pertanian dan jaringan distribusi di wilayah pedesaan.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



