Desa di Kubar Masih Tertinggal, Gubernur Kaltim Minta Jangan Ada Kesenjangan

Editorialkaltim.com– Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus digenjot. Namun di sisi lain, tiga desa di Kalimantan Timur masih berstatus tertinggal. Ketiganya berada di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), tak jauh dari kawasan pengembangan ibu kota baru.
Desa tersebut yakni Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung. Satu desa tetangganya, Lemper, memang baru saja naik status menjadi desa berkembang. Meski begitu, keempatnya sama-sama menghadapi persoalan klasik, akses jalan yang rusak dan sulit dilalui.
Kondisi itu terungkap dalam briefing awal pekan lalu saat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim melaporkan perkembangan Indeks Desa Membangun (IDM) kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud atau akrab disapa Harum.
Mendengar laporan tersebut, Gubernur langsung merespons tegas. Ia tak ingin masih ada desa tertinggal di Kaltim, apalagi yang lokasinya berada tak jauh dari pusat pertumbuhan baru nasional.
“Segera lakukan kegiatan di sana, agar tidak ada lagi desa tertinggal di Kaltim,” tegas Gubernur Harum.
Menurutnya, masyarakat Deraya, Tanjung Soke, Gerunggung dan Lemper memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur layak sebagaimana warga Kaltim lainnya. Pemerataan pembangunan, kata dia, menjadi prinsip yang tak bisa ditawar.
“Bappeda, Dinas PUPR, BPKAD, Barjas dan TAPD segera kita rapatkan ini,” ujarnya lagi, meminta langkah cepat lintas perangkat daerah.
Perbaikan akses jalan dinilai menjadi kunci. Tanpa konektivitas yang baik, aktivitas ekonomi, pendidikan dan layanan dasar warga akan terus terhambat.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



