KaltimSamarindaZona Kampus

UMKT Peringati 2 Tahun Zayed Award, Tegaskan Peran Muhammadiyah Bangun Persaudaraan Dunia

Foto bersama kegiatan Seminar Peringatan Dua Tahun Penganugerahan The Zayed Award for Human Fraternity for World Peace and Living Together (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar Seminar Peringatan Dua Tahun Penganugerahan The Zayed Award for Human Fraternity for World Peace and Living Together di Kampus UMKT Samarinda, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan pembicara nasional Franz MagnisSuseno serta Sudibyo Markus, mantan Ketua PP Muhammadiyah periode 2005–2010.**

Seminar tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus apresiasi atas peran Muhammadiyah dalam membangun jembatan kemanusiaan di tengah perbedaan. The Zayed Award for Human Fraternity merupakan penghargaan tahunan independen berskala internasional yang diberikan kepada individu atau lembaga yang berkontribusi nyata dalam menjembatani kesenjangan dan memperkuat hubungan antarmanusia di dunia. Para penerima penghargaan mendapatkan hadiah sebesar USD 1 juta.

Baca  Sinta Fahmi Fadli Ajak 1.000 Kader PKK Genjot Posyandu di Paser

Rektor UMKT, Muhammad Musyiam, menyebut kegiatan ini sebagai hari membahagiakan bagi keluarga besar Muhammadiyah. Ia menegaskan, sejak awal berdiri Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah dengan misi kemanusiaan yang inklusif dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

“Sebagai gerakan dakwah dengan misi kemanusiaan, Muhammadiyah telah lama menegaskan visi keutuhan kemanusiaan. Sikap toleransi antarumat beragama sudah menjadi prinsip utama gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumusan nilai Islam yang diusung Muhammadiyah menghadirkan wajah Islam yang otentik dan inklusif sehingga diterima secara internasional. Pada Februari 2024, Muhammadiyah mendapatkan pengakuan masyarakat internasional sebagai the best role religious organization berkat kontribusi nyata di bidang kemanusiaan.

Baca  Jadi Pemateri Seminar Internasional MTQN XXX Kaltim Nasaruddin Umar Sebut Urgensi Dialog Dalam Menjaga Persatuan

Menurutnya, internasionalisasi Muhammadiyah menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemanusiaan global. Hal itu sejalan dengan arah pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah menuju universitas berkelas dunia. “Pendidikan harus hadir sebagai pendidikan etis yang menjawab persoalan moral dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, Siswanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut di UMKT. Ia menilai penghargaan Zayed Award menjadi pengakuan dunia terhadap peran organisasi Islam Indonesia dalam mendorong kehidupan berdampingan secara damai.

“Penghargaan ini diberikan kepada organisasi Islam di Indonesia karena dinilai memenuhi kriteria dalam mendorong solidaritas, keadilan, serta kehidupan berdampingan dengan masyarakat lintas latar belakang,” ujarnya.

Baca  Kadiskominfo Kaltim Beberkan Strategi Menuju Provinsi Cerdas di Kaltara

Ia menilai berbagai persoalan global, termasuk krisis lingkungan dan konflik kemanusiaan, tidak lepas dari ulah manusia sendiri. Untuk itu, ia menekankan pentingnya penggunaan akal sehat dan nilai moral dalam menjaga keberlanjutan dunia.

“Ketika akal dikalahkan hawa nafsu, manusia ingin menguasai segalanya. Padahal akal diberikan untuk memandu kita menghadirkan dampak yang baik bagi dunia,” katanya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button