KaltimSamarinda

SKK Migas Tekankan Keselamatan Pengelolaan Sumur Tua

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Target produksi minyak dan gas bumi (migas) pada 2026 diakui bukan perkara mudah. SKK Migas menilai peningkatan produksi harus dibarengi dengan pengelolaan yang aman dan sesuai regulasi, khususnya pada sumur migas tua dan idle.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris, menyebut sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 menjadi langkah strategis untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat dan pelaku usaha migas.

Baca  Komisi IV DPRD Samarinda Tinjau 3 Puskesmas, Cek Kesehatan Gratis Masih Sepi Peminat

“Acara hari ini tidak hanya sosialisasi, tetapi juga ruang kolaborasi. Kami banyak menerima masukan terkait pengelolaan migas,” ujar Azhari saat membuka Temu Bisnis Sinergi Pengelolaan Sumur Migas Tua dan Idle untuk Kebangkitan Ekonomi Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (10/2/2025).

Ia menegaskan, persoalan keselamatan kerja masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan migas. Kurangnya pemahaman terhadap prosedur dan standar keselamatan dinilai berkontribusi pada tingginya angka kecelakaan kerja.

“Tahun ini kita menghadapi musibah. Dalam beberapa kasus terakhir, sekitar 40 orang meninggal dunia saat melakukan pengelolaan migas karena tidak memperhatikan aspek keselamatan,” paparnya.

Baca  Kebutuhan Dasar Masih Jadi PR Utama di Kutim, DPRD Kaltim Minta Pemerintah Serius

Menurut Azhari, kondisi tersebut menjadi peringatan penting agar seluruh pihak tidak mengabaikan aspek keamanan dalam mengejar target produksi. Ia menilai diskusi terbuka dan penyampaian informasi yang akurat menjadi kunci untuk memperbaiki tata kelola migas.

“Kami mengharapkan bapak ibu dapat berdiskusi dan memperoleh informasi yang tepat, sehingga apa yang akan dikerjakan nantinya dapat berjalan aman,” katanya.

Baca  Wakil Ketua DPRD Kaltim Minta RPJMD 2025–2029 Dikawal Bersama

Lebih jauh, Azhari menambahkan, pengelolaan migas yang taat aturan dan mengutamakan keselamatan diharapkan dapat menjaga keberlanjutan industri migas nasional. Di sisi lain, optimalisasi sumur migas tua dan idle juga berpotensi mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kalimantan Timur. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button