
Editorialkaltim.com– Gedung baru Perawatan Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang berlokasi di Jalan Anggur ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Namun, kesiapan operasional gedung tersebut masih bergantung pada pengadaan alat kesehatan (alkes) yang hingga kini belum terpasang.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Andi Satya Adi Saputra mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kaltim agar pengadaan alkes dapat dianggarkan pada 2026.
“Jadi harapannya pertengahan tahun 2026 ini bisa dioperasikan. Tapi saat ini kan masih kosong, belum ada isinya. Itu sudah kami komunikasikan ke Dinas Kesehatan untuk segera menganggarkan alat kesehatannya. Kami minta supaya Dinkes di tahun 2026 ini bisa menganggarkan sehingga nanti gedung ini segera terisi alkesnya,” ujar Andi Satya usai kunjungan lapangan Komisi IV DPRD Kaltim, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan gedung baru perawatan tersebut mencapai sekitar Rp380 miliar yang dialokasikan khusus untuk konstruksi bangunan. Sementara itu, kebutuhan anggaran pengadaan alat kesehatan beserta fasilitas penunjang lainnya diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar.
Selain pengadaan alkes, Andi Satya juga menyoroti masih adanya sejumlah koreksi dalam proses pengerjaan gedung. Ia menegaskan, bangunan tersebut harus memenuhi standar pelayanan rumah sakit, sebanding dengan besarnya anggaran yang telah digelontorkan pemerintah daerah.
“Karena anggarannya cukup besar, maka pelayanan dan kualitas gedungnya juga harus betul-betul memenuhi standar. Kita ingin masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung adanya ruang terbuka yang dirancang sebagai area pengiriman obat menggunakan drone. Meski dinilai inovatif, ia mengingatkan agar aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.
“Itu ada ruang terbuka, dari bagian perencana niatnya baik, nanti bisa jadi tempat mengirim obat melalui drone. Tapi kita juga harus lihat dari segi safety-nya. Jangan sampai terjadi kejadian sentinel, misalnya ada pasien yang loncat ke bawah dan sebagainya,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



