
Editorialkaltim.com – Komisi II DPRD Samarinda melakukan evaluasi kondisi keuangan Pemerintah Kota Samarinda bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Evaluasi ini menyoroti penutupan neraca tahun anggaran 2025, proyeksi arus kas 2026, hingga kewajiban pembayaran utang proyek yang tertunda.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pembahasan dilakukan sejak awal tahun agar pemerintah daerah memiliki gambaran jelas mengenai kemampuan fiskal ke depan. Ia menyebut masih ada sejumlah kewajiban pembayaran proyek tahun 2025 yang harus diselesaikan pada 2026.
“Kita diskusi dengan BPKAD terkait neraca pemerintah kota, bagaimana penutupan 2025 dan seperti apa proyeksi cash flow satu tahun ke depan,” ujar Iswandi, Senin (9/2/2026).
Iswandi mengungkapkan, berdasarkan data sementara, kewajiban Pemkot Samarinda kepada kontraktor diperkirakan berada di kisaran Rp200 miliar hingga Rp400 miliar. Kondisi tersebut dipicu tidak ditransfernya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat hingga akhir Desember 2025.
“Karena TKD tidak turun, akhirnya pemerintah kota punya utang ke kontraktor. Ini bukan kemauan daerah, tapi memang dananya tidak masuk,” jelasnya.
Selain utang proyek, Komisi II juga mencermati Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 2025 yang tercatat sekitar Rp78 miliar. Dana tersebut akan menjadi modal awal dalam penyusunan APBD 2026, termasuk untuk skema pelunasan kewajiban yang masih tertunda.
“Silpa 2025 sekitar Rp78 miliar. Itu nanti jadi modal awal, tapi tetap harus dihitung hati-hati karena kewajibannya juga besar,” kata Iswandi.
Ia menegaskan DPRD mendorong pemerintah kota agar memprioritaskan pembayaran kewajiban terlebih dahulu sebelum menjalankan proyek-proyek yang tidak mendesak. Penentuan skala prioritas dinilai penting untuk menjaga kesehatan keuangan daerah.
Komisi II DPRD Samarinda menegaskan akan terus mengawal pengelolaan keuangan daerah secara ketat. Evaluasi neraca, proyeksi kas, dan prioritas belanja diharapkan dapat memastikan seluruh kewajiban pemerintah kota terselesaikan tanpa mengganggu keberlanjutan pembangunan. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



