KaltimSamarinda

350 Ojol Kaltim Konvoi Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

350 Ojol Kaltim Bersiap melakukan konvoi pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melepas 350 pengemudi ojek online (ojol) dalam konvoi pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pelepasan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kalimantan Timur bersama operator ojek online dan kepolisian. Para pengemudi yang terlibat tergabung dalam program Ojol Berlian Kaltim.

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Arief Murdiyatno, mengatakan konvoi tersebut menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kaltim.

Baca  Mahasiswa Teknik Kimia Unmul Gelar Bina Desa, Angkat Isu Lingkungan dan Kebersamaan

“Konvoi Ojol Berlian Kaltim ini dilaksanakan dalam rangka mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, kita bisa bersama-sama menurunkan angka kekerasan dan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Arief, perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan mengalami kekerasan, terutama di ruang publik dan saat beraktivitas di luar rumah. Karena itu, keterlibatan pengemudi ojek online dinilai strategis karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca  Pemuda 24 Tahun Jual Sabu di Muara Kaman, Polisi Sita 3 Poket Barang Haram

“Dengan adanya kegiatan ini, potensi kekerasan di ruang publik bisa dicegah. Ini adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah, operator ojek online, dan kepolisian. Kami berharap masyarakat semakin peduli dan berani melindungi perempuan dan anak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DKP3A Kaltim, Junainah, menjelaskan pelibatan pengemudi ojek online bertujuan menjadikan mereka sebagai pelopor sekaligus pelapor di lapangan.

“Pengemudi ojol bersinggungan langsung dengan masyarakat setiap hari. Mereka bisa menjadi mata dan telinga kita dalam upaya pencegahan maupun pelaporan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga kasus-kasus tersebut dapat diminimalkan,” imbuhnya.

Baca  Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, Wagub Kaltim Ikuti Arah Pemerintah Pusat

Ia berharap gerakan Ojol Berlian Kaltim mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button