
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota Samarinda menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun. Target tersebut disusun seiring tren peningkatan PAD dalam dua tahun terakhir dan menjadi tantangan bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda untuk menggali potensi pendapatan secara lebih optimal.
Target PAD 2026 itu disusun berdasarkan evaluasi capaian tahun 2025 yang mencapai Rp1,138 triliun atau sekitar 94 persen dari target. Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah daerah menilai masih terdapat ruang peningkatan, terutama pada sektor-sektor pajak yang tingkat kepatuhannya belum maksimal.
Kepala Bapenda Kota Samarinda Cahya Ernawan mengatakan, target tahun depan dihitung berdasarkan potensi riil yang masih dapat digenjot, khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya.
“Target tahun depan sekitar Rp1,4 triliun. Ini dihitung dari potensi yang masih bisa kita tingkatkan, terutama dari PBB dan sektor pajak lainnya,” ujar Cahya, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi salah satu fokus utama untuk mengejar target tersebut. Berdasarkan data Bapenda, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB masih berada di bawah 50 persen dari total ketetapan yang diterbitkan setiap tahun.
“Masih banyak PBB yang terbit tapi belum dibayar. Dari situ kita melihat potensi besar yang bisa dikejar untuk tahun depan,” katanya.
Selain itu, Bapenda juga akan menitikberatkan pada penagihan piutang pajak serta pembaruan data objek pajak. Selama ini masih ditemukan perbedaan antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan, seperti objek pajak yang tercatat sebagai tanah kosong padahal sudah berdiri bangunan atau usaha.
Untuk mendukung pencapaian target PAD 2026, Bapenda Kota Samarinda juga berencana memperkuat sistem pelayanan berbasis digital. Digitalisasi pembayaran pajak dinilai dapat mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi penerimaan daerah.
“Kami dorong pembayaran pajak lewat kanal digital seperti QRIS, e-wallet, dan marketplace supaya masyarakat lebih mudah dan kepatuhan bisa meningkat,” jelasnya.
Di tengah tren penurunan transfer ke daerah, target PAD 2026 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam memperkuat kemandirian fiskal dan menjaga kesinambungan pembangunan daerah. Bapenda optimistis target tersebut dapat tercapai apabila peningkatan kepatuhan wajib pajak, penagihan piutang, pembaruan data, serta digitalisasi layanan berjalan secara konsisten. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



