KaltimSamarinda

Pemuda Kaltim Terjun Jadi Relawan Banjir di Aceh Tamiang

Alumni Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) Tahun 2025 asal Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalimantan Timur–Kalimantan Utara, Dedi Nur (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Sejumlah pemuda asal Kalimantan Timur bergerak membantu pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Salah satunya adalah Alumni Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) Tahun 2025 asal Kaltim, Dedi Nur, yang turun langsung sebagai relawan kemanusiaan.

Dedi yang juga menjabat Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalimantan Timur–Kalimantan Utara itu terjun ke lokasi terdampak banjir sejak Kamis (5/2/2026). Melalui aksi kemanusiaan tersebut, ia mengajak masyarakat dari berbagai daerah untuk ikut berpartisipasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.

Dalam kegiatan tersebut, Dedi tergabung sebagai relawan Rumah Kami Peduli Kaltimtara yang berkolaborasi dengan Yayasan Damai Aqsha. Aksi kemanusiaan ini berlangsung selama 3 hingga 8 Februari 2026 dan turut mendapat dukungan dari Relawan Rumah Kami Peduli serta KAMMI Daerah Langsa, Aceh.

Baca  Mangrove di Kukar Tergerus, Dari 50 Ribu Jadi 23 Ribu Hektare

Hingga saat ini, tim relawan telah menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah kepada anak-anak di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang. Desa tersebut diketahui menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir, sehingga aktivitas pendidikan warganya sempat terganggu.

“Alhamdulillah hari ini kami telah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak di Desa Sekumur. Namun secara umum, kondisi masyarakat di sini masih belum sepenuhnya pulih dan membutuhkan dukungan berkelanjutan,” ujar Dedi Nur saat ditemui di lokasi kegiatan.

Baca  Kukar Tutup IRMA Fair Ramadhan, Dafip Haryanto: Jadi Syiar Islam dan Dorong Ekonomi Rakyat

Selain penyaluran bantuan logistik, para relawan juga merencanakan kegiatan traumatic healing dan edukasi pascabanjir bagi anak-anak terdampak. Kegiatan tersebut bertujuan membantu pemulihan kondisi psikologis anak-anak sekaligus mengembalikan semangat belajar mereka setelah mengalami bencana.

Pada agenda berikutnya, tim relawan juga akan membelanjakan dan menyalurkan sejumlah kebutuhan warga, seperti kipas angin untuk masjid, pakaian muslim untuk persiapan Ramadan, serta alat tulis dan perlengkapan mengajar bagi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Tak hanya itu, pembangunan sumur air bersih juga menjadi salah satu target program bantuan.

Dedi menegaskan bahwa kondisi masyarakat Aceh Tamiang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Menurutnya, solidaritas dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

Baca  Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Samarinda Gelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025

“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang, baik melalui doa, dukungan moral, maupun donasi, agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” tambahnya.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemuda lintas daerah dalam merespons bencana, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas nasional bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button