FinanceRagam

Mau Punya Alfamart Sendiri? Ini Pilihan Skema, Modal Awal, hingga Biaya Royaltinya

Ilustrasi Alfamart (Foto: Shutterstock)

Editorialkaltim.com – Jaringan minimarket Alfamart telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Keberadaannya yang masif membuat merek ini sangat dikenal masyarakat dan menjadikan kepemilikan gerainya sebagai peluang usaha yang dinilai menjanjikan.

Bahkan, berdasarkan informasi di situs resmi alfamart.co.id, bisnis franchise Alfamart disebut memiliki tingkat risiko yang relatif kecil. Pemilik gerai diklaim tidak perlu terlalu khawatir tokonya sepi pengunjung hingga mengalami kerugian atau tidak balik modal.

“Hal itu dikarenakan pihak Alfamart selalu mengembangkan pola bisnis modern dengan mengikuti alur dan permintaan pasar terbaru. Dengan begitu, tingkat kerugian yang tentunya akan dialami berbanding terbalik dan lebih besar dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang didapatkan,” dikutip dari artikel di website Alfamart, Selasa (3/2/2026).

Bagi calon pengusaha yang tertarik, Alfamart menawarkan tiga skema kerja sama waralaba. Skema pertama adalah Franchise Gerai Baru, yakni membuka gerai Alfamart dari lokasi yang diusulkan calon mitra. Prosesnya dimulai dari presentasi awal, evaluasi dan persetujuan lokasi, presentasi proposal, penandatanganan perjanjian kerja sama, hingga pembukaan toko.

Baca  Jadi Buah Khas Ramadan, Ini 5 Manfaat Kurma Untuk Kesehatan

Dalam skema gerai baru ini, Alfamart menyediakan beberapa pilihan tipe gerai berdasarkan luas bangunan dan kebutuhan modal. Tipe 9 rak dengan luas 30 meter persegi membutuhkan investasi sekitar Rp 300 juta. Tipe 18 rak seluas 60 meter persegi sebesar Rp 350 juta, tipe 36 rak seluas 80 meter persegi Rp 450 juta, dan tipe 45 rak seluas 100 meter persegi dengan modal sekitar Rp 500 juta.

Nilai investasi tersebut sudah mencakup franchise fee Rp 45 juta untuk masa kerja sama lima tahun, instalasi listrik, peralatan gerai dan air conditioner, cash register dan sistem informasi ritel, shop sign dan pole sign, perizinan gerai, serta biaya promosi dan persiapan pembukaan. Namun, estimasi investasi ini belum termasuk properti dan dapat berubah sesuai kondisi saat pembukaan gerai.

Skema kedua adalah Franchise Gerai Baru–Konversi, yang diperuntukkan bagi pemilik minimarket lokal atau toko kelontong. Dalam kerja sama ini, stok barang milik toko lama dapat diakui sebagai stok awal pembukaan gerai Alfamart.

Baca  Ini 7 Deretan Manfaat Ajaib Air Kelapa untuk Kesehatan Tubuh

Selain itu, rak milik toko juga dapat digunakan dan diperhitungkan sebagai pengurang biaya investasi, selama memenuhi standar Alfamart. Tahapannya meliputi presentasi awal, stock opname pertama, perjanjian kerja sama, stock opname kedua, hingga pembukaan toko konversi.

Sementara itu, skema ketiga adalah Franchise Gerai Take Over, yakni membeli gerai Alfamart yang telah beroperasi. Nilai investasinya bervariasi, mulai dari Rp 800 juta. Biaya tersebut sudah termasuk franchise fee Rp 45 juta untuk lima tahun, sewa lokasi selama lima tahun, peralatan gerai dan AC, sistem kasir dan informasi ritel, shop sign dan pole sign, perjanjian gerai, serta goodwill.

Proses take over dimulai dari presentasi awal, kesepakatan pembelian, pemindahan perizinan, penandatanganan perjanjian kerja sama, hingga pengambilalihan gerai.

Selain modal awal, mitra Alfamart juga dikenakan biaya royalti yang dihitung secara progresif dari penjualan bersih gerai dan belum termasuk pajak. Penjualan hingga Rp 150 juta dikenakan royalti 0 persen. Penjualan Rp 150.000.001–Rp 175 juta dikenakan 1 persen, Rp 175.000.001–Rp 200 juta sebesar 2 persen, Rp 200.000.001–Rp 250 juta sebesar 3 persen, dan di atas Rp 250 juta dikenakan royalti 4 persen.

Baca  Agak Laen Tembus 7 Juta Penonton, Film Komedi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Adapun syarat untuk membuka gerai Alfamart antara lain memiliki minat di industri minimarket, berstatus Warga Negara Indonesia dengan badan usaha (CV, PT, Koperasi, atau Yayasan), memiliki atau menyiapkan lokasi usaha dengan luas area penjualan minimal 100 meter persegi di luar gudang dan ruang administrasi, dengan total lahan sekitar 150–250 meter persegi. Calon mitra juga wajib memenuhi seluruh persyaratan perizinan yang berlaku di daerah masing-masing serta bersedia mengikuti sistem dan prosedur yang ditetapkan Alfamart.

Dengan beragam skema dan ketentuan tersebut, Alfamart memberikan pilihan kerja sama bagi masyarakat yang ingin terjun ke bisnis ritel modern melalui jalur waralaba.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button