Pemerintah Pusat Bakal Ganti 40 Jembatan Bailey di Kubar-Mahulu

Editorialkaltim.com – Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) akan mengganti puluhan Jembatan Bailey di wilayah pedalaman Kalimantan Timur. Penggantian ini mencakup jalur darat yang melintasi anak-anak sungai di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) hingga Mahakam Ulu (Mahulu).
Total jembatan yang akan diganti mencapai sekitar 40 unit, khususnya di ruas strategis Tering–Ujoh Bilang hingga Long Apari dan Long Pahangai. Seluruh Jembatan Bailey tersebut nantinya akan digantikan dengan jembatan permanen yang lebih kokoh dan aman.
Kebijakan penggantian Jembatan Bailey ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Kalimantan Timur AM Fitra Firnanda kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud atau disapa Harum, saat kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Kaltim ke wilayah tengah Kubar–Mahulu, belum lama ini.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Harum menanyakan langsung jumlah jembatan yang tersebar di jalur pedalaman tersebut.
“Berapa jumlah Jembatan Bailey kita Pak Nanda, kalau dari Tering (Kubar) hingga Mahulu,” tanya Harum melalui keterangan resminya.
Menjawab pertanyaan itu, AM Fitra Firnanda memaparkan jumlah jembatan yang akan terdampak program penggantian dari pemerintah pusat.
“Ada belasan jembatan untuk menghubungkan ruas jalan Tering – Ujoh Bilang. Tapi kalau sampai Long Apari dan Long Pahangai ada 40-an jembatan seluruhnya Pak Gubernur,” sebut Nanda.
Gubernur Harum menyambut baik langkah strategis pemerintah pusat tersebut. Ia menilai program penggantian puluhan Jembatan Bailey ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menyangkut konektivitas dan denyut ekonomi masyarakat pedalaman.
Harum pun meminta Dinas PUPR Kaltim segera melakukan pendataan secara valid terhadap seluruh Jembatan Bailey yang akan diganti. Data tersebut diperlukan agar proses penggantian dan pemanfaatan kembali jembatan dapat berjalan optimal.
Menurut Harum, sejumlah Jembatan Bailey yang telah diganti nantinya akan kembali menjadi aset Pemprov Kaltim dan bisa dialihkan ke lokasi lain yang membutuhkan, terutama di titik-titik krusial wilayah pelosok Benua Etam.
Ia mengakui, kondisi jembatan yang sudah dimakan usia selama ini kerap menghambat mobilitas warga pedalaman. Dengan revitalisasi dan penggantian jembatan permanen, distribusi logistik diyakini akan semakin lancar.
“Jika jembatannya kokoh, hasil tani lancar, dan ekonomi pasti bergerak cepat,” ujar Gubernur Harum.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



