KaltimSamarinda

PT Kimia Alam Subur Tawarkan Teknologi Pirolisis Atasi Sampah di Samarinda

Direktur PT Kimia Alam Subur, Ermawan Wibisono (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com — Persoalan sampah di Kota Samarinda berpeluang mendapat solusi baru. PT Kimia Alam Subur menawarkan kerja sama pengelolaan sampah berbasis teknologi pirolisis kepada Pemerintah Kota Samarinda, dengan konsep waste to product yang diklaim ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Direktur PT Kimia Alam Subur, Ermawan Wibisono, mengatakan teknologi pirolisis yang ditawarkan memang belum diterapkan di Indonesia. Meski demikian, teknologi tersebut disebut telah digunakan dan terbukti di sejumlah negara lain.

“Teknologi pirolisis ini memang belum diimplementasikan di Indonesia, tetapi sudah terbukti dan proven di luar negeri. Kami juga menggandeng prinsipal teknologi Ko-Energi yang sudah melakukan riset pengelolaan sampah selama 20 tahun,” ucap Ermawan, Rabu (21/1/2026).

Baca  Perbaikan Jalan dan Akses Air Bersih Menjadi Prioritas Warga Argomulyo

Ermawan menjelaskan, teknologi pirolisis bekerja dengan mengolah sampah menjadi tiga produk utama. Produk pertama berupa cairan petrokimia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Produk kedua adalah biochar yang berfungsi sebagai pupuk atau karbon aktif untuk memperbaiki kualitas tanah. Sementara produk ketiga berupa syngas yang digunakan kembali sebagai bahan bakar reaktor.

“Konsepnya adalah waste to product. Jadi sampah itu tidak hanya dimusnahkan, tapi diubah menjadi produk seperti cairan petrokimia, biochar, dan syngas yang kami gunakan kembali untuk membakar reaktor,” jelasnya.

Baca  Ujian Fiskal di Daerah, Inovasi atau Krisis?

Dari sisi kapasitas, satu unit reaktor pirolisis disebut mampu mengolah hingga 25 ton sampah per jam atau setara sekitar 500 ton per hari. Untuk mendukung operasional fasilitas tersebut, dibutuhkan lahan dengan luas kurang lebih dua hektare.

Ia menegaskan, seluruh pembiayaan proyek pengelolaan sampah ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda, karena sepenuhnya dibiayai oleh investor dari pihak perusahaan.

“Semua pembiayaan ini murni dari investor PT Kimia Alam Subur dan tidak membebani satu rupiah pun APBD Pemkot Samarinda,” tegasnya.

Baca  Dorong Literasi Digital Pemuda, Dispora Kaltim Bekali Karakter dan Tanggung Jawab

PT Kimia Alam Subur juga mengusulkan skema kerja sama jangka panjang dengan Pemerintah Kota Samarinda, minimal selama 20 tahun dan dapat diperpanjang. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Wali Kota Samarinda dan disebut mendapat respons positif. Ke depan, perusahaan akan melengkapi proposal secara lebih rinci, termasuk detail skema kerja sama yang akan diterapkan. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button