Nasional

Gerakan Rakyat Mantap Bentuk Partai, Pasang Target Usung Anies di Pilpres

Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid (Foto: Gerakan Rakyat)

Editorialkaltim.com — Gerakan Rakyat mengambil langkah politik besar dengan mendeklarasikan diri sebagai partai politik. Keputusan itu ditetapkan melalui rapat kerja nasional (rakernas) dan menandai perubahan status organisasi dari ormas menjadi partai bernama Partai Gerakan Rakyat.

Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid menyebut transformasi tersebut merupakan kelanjutan dari perjuangan organisasi yang dimulai sejak 2023. Ia menegaskan, pembentukan partai menjadi jalan strategis untuk mewujudkan agenda perubahan yang selama ini diperjuangkan.

Dalam kesempatan yang sama, Sahrin secara terbuka menyatakan harapan agar Anies Rasyid Baswedan dapat menjadi Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, kepemimpinan nasional ke depan harus mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Baca  Indonesia ke Semifinal Piala Asia U-23, Erick Thohir: Mereka Pencetak Sejarah Baru

“Kita ingin Indonesia yang lebih adil dan makmur. Dan pemimpin nasional yang kami harapkan adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin dalam siaran langsung YouTube Gerakan Rakyat, Minggu (18/1/2026).

Sahrin menjelaskan, keputusan mendirikan partai politik telah disepakati secara kolektif melalui rakernas. Ia menyebut momentum awal 2026 menjadi titik penting dalam perjalanan organisasi tersebut.

Baca  Ganjar Pranowo Ungkap Blueprint Pembangunan Indonesia Beradab di Debat Kelima Pilpres

“Melalui rapat kerja nasional, Gerakan Rakyat menetapkan berdirinya partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat,” katanya.

Meski optimistis, Sahrin tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang dihadapi. Ia mengingatkan bahwa pendirian partai politik di Indonesia membutuhkan pemenuhan persyaratan administratif dan struktural yang ketat.

Menurutnya, partai politik wajib memiliki kepengurusan lengkap di tingkat pusat serta kepengurusan wilayah di seluruh provinsi. Selain itu, struktur partai juga harus terbentuk di sebagian besar kabupaten dan kota di Indonesia.

Baca  Gibran Ingin Kepala Daerah Digembleng di Akmil Magelang 5 Hari

“Harus ada kepengurusan di 38 provinsi dan sedikitnya 75 persen kabupaten/kota, atau sekitar 402 daerah,” ujarnya.

Sahrin pun meminta seluruh anggota Gerakan Rakyat segera memperkuat konsolidasi di daerah. Ia menilai kesiapan struktur menjadi kunci agar Partai Gerakan Rakyat dapat melangkah lebih jauh dalam dinamika politik nasional.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button