Nasional

Penonton TV Terus Turun 4 Persen Tiap Tahun, Era Media Kini Dikuasai TikTok

Chairman CT Corp Chairul Tanjung (Foto: Ig/ngobrosoresemuanya)

Editorialkaltim.com — Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengungkapkan perubahan besar dalam lanskap industri media di Indonesia. Menurutnya, jumlah penonton televisi terus mengalami penurunan setiap tahun seiring pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat ke media sosial.

CT menyebut, penurunan penonton televisi terjadi cukup signifikan, terutama pada kelompok usia muda.

“Setiap tahun, tahun lalu penonton televisi turun 4 persen. Khususnya di generasi millennial dan zillennial serta generasi alpha,” ujar CT saat menghadiri peringatan HUT ke-50 Surat Kabar Kampus UI Salemba di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Baca  Pemerintah Akan Umumkan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Pekan Depan

Ia menjelaskan, pergeseran media berlangsung secara bertahap. Media cetak lebih dahulu tergeser oleh televisi, kemudian beralih ke media digital. Namun kini, media digital pun mulai menghadapi tekanan seiring dominasi media sosial dalam distribusi informasi.

“Media cetak praktis sudah tidak dibaca. Televisi pun sudah mulai turun. Digital pelan-pelan mulai tergerus. Sekarang sosial media, TikTok merajai,” ungkap CT.

Menurutnya, TikTok saat ini menjadi medium penyebaran informasi paling cepat dan menjangkau hampir seluruh lapisan generasi, mulai dari generasi alpha hingga baby boomers. Peran media sosial itu, kata CT, semakin nyata dalam berbagai peristiwa besar.

Baca  Profil Arifatul Choiri Fauzi, Srikandi NU Menteri PPPA Prabowo Subianto

Ia mencontohkan peristiwa demonstrasi besar yang terjadi pada Agustus 2025 lalu. Saat itu, siaran langsung melalui TikTok menjadi sumber informasi utama masyarakat, meski sempat menghadapi kebijakan penghentian sementara.

“Live TikTok itu menjadi sangat luar biasa,” ujarnya.

Melihat realitas tersebut, CT mendorong mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam praktik jurnalisme dan aktivisme kampus. Ia menilai media sosial membuka peluang lahirnya jurnalisme personal yang lebih fleksibel dan berdampak luas.

Baca  Menko Polkam Usulkan Tiru Finlandia Berantas Korupsi Pakai Teknologi

“Mahasiswa-mahasiswa UI bisa menjadi personalized journalism melalui social media, melalui Instagram, TikTok, YouTube, dan sebagainya,” kata CT.

Ia pun berharap mahasiswa mampu menyiapkan diri sebagai calon pemimpin bangsa dengan membangun pola pikir, semangat, dan daya juang sejak dini.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button