ICW Ungkap Banyak Mitra Program MBG Terhubung Parpol

Editorialkaltim.com – Satu tahun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai masih menyisakan persoalan mendasar. Program unggulan pemerintah ini disebut tidak steril dari kepentingan politik, menyusul temuan adanya keterkaitan mitra pelaksana dengan partai politik dan aktor kekuasaan.
Isu tersebut mencuat dalam diskusi publik bertajuk Peringatan 1 Tahun MBG: Kroni Untung, Anak-Anak Diracun yang digelar di Kalibata, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Yassar Aulia, membeberkan hasil pemantauan lembaganya terhadap mitra penyelenggara MBG.
Dalam pemantauan yang dilakukan secara acak pada Oktober–November 2025, ICW menemukan sedikitnya 102 yayasan mitra MBG terindikasi memiliki afiliasi dengan berbagai kepentingan politik dan kekuasaan.
“Sebanyak 27 yayasan terafiliasi dengan partai politik, 18 dengan pebisnis atau swasta, 12 dengan birokrasi pemerintahan, dan 9 dengan kelompok relawan atau organisasi pendukung kampanye pemilihan presiden,” ujar Yassar di pantau dari Youtube ICW.
Tak hanya itu, ICW juga mengidentifikasi afiliasi lain, mulai dari orang dekat pejabat, unsur militer, mantan penyelenggara negara, hingga yayasan yang pengurusnya pernah tersangkut perkara korupsi.
Menurut Yassar, pola tersebut menunjukkan kuatnya indikasi konflik kepentingan struktural dalam pelaksanaan MBG.
Ia menjelaskan, individu-individu yang berada di balik yayasan tersebut kerap berperan langsung dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Banyak individu di balik yayasan tersebut pada akhirnya mengelola dapur SPPG yang terhubung dengan partai politik, tim pemenangan pemilu, militer, bahkan anggota legislatif,” jelasnya.
Yassar menilai kondisi itu berpotensi menggeser tujuan awal program.
“Program ini diduga menjadi sarana distribusi manfaat bagi pihak-pihak yang dapat memperkuat posisi politik tertentu,” tegasnya.
Atas temuan tersebut, ICW mendesak pemerintah untuk tidak menutup mata terhadap risiko politisasi program sosial. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar MBG benar-benar berorientasi pada pemenuhan gizi anak, bukan menjadi instrumen kepentingan politik.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



