gratispoll
Internasional

AS Larang Presiden Palestina Mahmoud Abbas Hadiri Sidang PBB

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas (Foto: Reuters)

Editorialkaltim.com – Amerika Serikat (AS) melarang Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas berangkat ke New York untuk mengikuti Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan depan. Larangan ini diumumkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri AS pada Jumat (29/8/2025).

Mengutip Reuters, langkah itu juga berlaku bagi sekitar 80 anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat. Mereka tidak bisa memperoleh visa untuk masuk ke New York yang menjadi markas besar PBB.

Baca  Liga Arab Resmi Boikot Perusahaan Terkait Israel dan Sekutunya

Padahal, Abbas telah dijadwalkan menghadiri sidang umum PBB di markas PBB, Manhattan. Tak hanya itu, ia juga diagendakan mengikuti pertemuan tingkat tinggi yang digagas Prancis dan Arab Saudi. Pertemuan itu rencananya akan dihadiri Inggris, Prancis, Australia, dan Kanada, yang disebut bakal memberikan pengakuan resmi kepada Palestina sebagai negara.

Pihak Palestina menyebut keputusan Washington itu mengejutkan. Mereka menilai tindakan AS melanggar Perjanjian Markas Besar PBB 1947, yang mewajibkan Negeri Paman Sam memberi akses diplomatik ke markas organisasi internasional tersebut.

Baca  Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran, Presiden Palestina Sebut Tindakan Israel Pengecut

Namun, AS berkilah. Pemerintah AS berdalih memiliki wewenang menolak pemberian visa dengan alasan keamanan, ekstremisme, maupun kebijakan luar negeri. Washington bahkan menegaskan kembali tuduhan lama bahwa PA dan PLO gagal menolak ekstremisme serta mendorong pengakuan sepihak atas Palestina.

Sejumlah pejabat Palestina membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan selama puluhan tahun, perundingan yang dimediasi AS tidak menghasilkan solusi berarti untuk mengakhiri pendudukan Israel dan mewujudkan negara Palestina merdeka.

Baca  Negara-negara Anggota PBB yang Belum Secara Resmi Mengakui Israel

Di sisi lain, juru bicara PBB Stephane Dujarric menegaskan pihaknya akan membicarakan masalah visa Abbas dengan Washington. Ia juga mengingatkan, AS tetap terikat pada perjanjian markas besar PBB. Peristiwa ini mengingatkan kembali pada 1988, ketika pemimpin PLO Yaser Arafat juga sempat ditolak visanya sehingga sidang PBB terpaksa dipindahkan ke Jenewa, Swiss.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button