
Editorialkaltim.com – Ramadan selalu identik dengan lonjakan aktivitas ekonomi. Dari sore menjelang berbuka hingga malam hari, perputaran uang di sektor makanan, minuman, hingga produk musiman meningkat tajam.
Bagi kamu yang ingin menambah penghasilan, momen ini bisa dimanfaatkan untuk memulai usaha skala kecil. Kuncinya bukan hanya memilih bisnis yang sedang tren, tetapi juga menghitung kebutuhan modal, kecepatan balik modal, dan risiko yang mungkin muncul.
Berikut tujuh ide usaha yang bisa kamu pertimbangkan untuk dijalankan selama bulan puasa.
1. Takjil dan Minuman Dingin
Setiap sore, masyarakat berburu makanan dan minuman untuk berbuka. Kondisi ini membuat takjil seperti gorengan, kolak, kue basah, hingga minuman segar selalu laris.
Dengan modal ratusan ribu rupiah, kamu sudah bisa mulai berjualan. Produk seperti es teh manis, es buah, atau es timun suri punya keunggulan karena bahan bakunya murah dan proses pembuatannya cepat. Jika lokasi strategis, potensi balik modal bisa terjadi dalam hitungan hari.
Namun, penting untuk memperkirakan jumlah produksi agar tidak banyak sisa di akhir hari.
2. Menu Sahur Praktis
Tak sedikit orang yang mencari makanan siap santap untuk sahur, terutama pekerja malam atau anak kos. Kamu bisa menawarkan nasi ayam, nasi goreng, mie goreng, atau lauk matang yang tinggal dipanaskan.
Pasarnya memang tidak sebesar takjil, tetapi cenderung lebih stabil dan minim persaingan harga. Tantangannya ada pada jam operasional yang harus dimulai sejak dini hari.
3. Jasa Desain dan Konten Promosi
Ramadan juga menjadi momen promosi besar-besaran bagi pelaku UMKM. Jika kamu punya kemampuan desain grafis atau editing video, peluang ini bisa dimanfaatkan.
Modalnya relatif kecil, cukup perangkat kerja dan koneksi internet. Keuntungannya pun menarik karena tidak perlu stok barang. Sistem pembayaran proyek membuat arus kas lebih cepat berputar.
4. Frozen Food Rumahan
Produk beku seperti risoles, dimsum, nugget homemade, atau pastel frozen bisa menjadi pilihan bagi yang ingin usaha lebih fleksibel. Barang tidak harus habis terjual dalam sehari dan bisa dipasarkan secara online.
Model bisnis ini cocok untuk kamu yang ingin meminimalkan risiko kerugian akibat barang basi, meski perputaran uangnya tidak secepat jualan takjil.
5. Kue Kering Pre-Order
Mendekati Lebaran, permintaan kue kering biasanya melonjak. Nastar, kastengel, dan putri salju masih menjadi favorit.
Sistem pre-order bisa diterapkan untuk mengurangi risiko penumpukan stok. Dengan pembayaran uang muka, modal produksi bisa lebih aman dan terkontrol.
6. Hampers Ramadan
Tradisi berbagi membuat hampers semakin diminati. Kamu bisa meracik paket sederhana berisi kurma, kue kering, teh, madu, atau perlengkapan ibadah.
Nilai jual hampers terletak pada konsep dan kemasan. Semakin kreatif desainnya, semakin besar peluang menarik pembeli, terutama menjelang akhir Ramadan.
7. Kurma dan Produk Khas Ramadan
Kurma hampir selalu hadir di meja berbuka. Selain itu, sirup, madu, dan bahan kolak juga banyak dicari.
Usaha ini tergolong stabil karena produknya sudah memiliki pasar tersendiri. Meski margin tidak sebesar bisnis kreatif, tingkat risikonya relatif rendah bagi pemula.
Ramadan memang hanya datang setahun sekali, tetapi peluangnya bisa dimanfaatkan sejak sekarang. Dengan perencanaan matang dan pengelolaan modal yang tepat, usaha kecil pun berpotensi memberikan keuntungan maksimal selama bulan puasa.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



