HealthRagam

5 Kebiasaan Makan yang Perlu Dihindari ketika Berbuka Puasa

Ilustrasi buka puasa (Foto: Freepik)

Editorialkaltim.com – Momen berbuka puasa kerap menjadi waktu yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Tak sedikit orang memanfaatkan puasa untuk menurunkan berat badan atau memperbaiki pola hidup agar lebih sehat. Namun, kebiasaan makan yang kurang tepat saat berbuka justru bisa menghilangkan manfaat tersebut.

Puasa memang memberikan berbagai dampak positif bagi tubuh, mulai dari membantu mengontrol kadar gula darah hingga memperbaiki sistem metabolisme. Tetapi jika berbuka dilakukan secara berlebihan dan tanpa kontrol, risiko gangguan kesehatan justru bisa meningkat.

Berikut lima kebiasaan makan yang perlu dihindari ketika berbuka puasa:

1. Makan Berlebihan

Setelah berjam-jam tidak makan, keinginan untuk menyantap berbagai hidangan dalam jumlah banyak memang sulit ditahan. Namun makan berlebihan saat berbuka bisa membuat lambung kaget.

Baca  Sambut Bulan Suci, Ini 7 Tips Jitu Persiapan Puasa Ramadan

Perut yang kosong dalam waktu lama membutuhkan adaptasi sebelum menerima makanan berat. Jika langsung diisi dalam porsi besar, risiko iritasi lambung, perut begah, hingga gangguan pencernaan dapat meningkat. Disarankan berbuka secara bertahap, misalnya dengan kurma dan air putih sebelum makan utama.

2. Terlalu Banyak Makanan dan Minuman Manis

Takjil manis seperti kolak, sirup, dan es campur memang menggoda. Meski tubuh membutuhkan asupan gula setelah puasa, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.

Lonjakan ini membuat pankreas bekerja lebih keras memproduksi insulin. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme.

Baca  13 Hari Tayang, Film Jumbo Raih 3 Juta Penonton di Bioskop

3. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Bergas

Beberapa jenis makanan seperti sawi, nangka, pisang ambon, kedondong, serta buah kering dapat memicu produksi gas berlebih di lambung. Minuman bersoda juga termasuk yang sebaiknya dihindari saat berbuka.

Kondisi ini bisa menyebabkan perut kembung dan tidak nyaman, terutama bagi penderita maag atau gangguan lambung.

4. Terlalu Sering Makan Gorengan

Gorengan hampir selalu hadir di meja berbuka. Padahal makanan yang digoreng mengandung minyak tinggi dan cenderung sulit dicerna setelah perut kosong seharian.

Konsumsi berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan dan meningkatkan asupan lemak jenuh yang berdampak kurang baik bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus.

Baca  5 Cara Gunakan Ponsel Agar Mata Tidak Mudah Lelah

5. Mengandalkan Junk Food

Sebagian orang memilih makanan cepat saji karena praktis. Namun junk food umumnya tinggi kalori, garam, dan lemak, serta rendah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh setelah puasa.

Alih-alih memulihkan energi secara optimal, kebiasaan ini justru dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit bila menjadi pola rutin.

Agar puasa tetap memberi manfaat kesehatan, sebaiknya berbuka dengan porsi wajar dan menu seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan. Dengan begitu, tujuan hidup sehat selama Ramadan bisa benar-benar tercapai.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button