FinanceRagam

5 Jebakan Bikin Gaji Cuma Numpang Lewat, Nomor 1 Paling Sering Terjadi

Ilustrasi Bikin Gaji Cuma Numpang Lewat (Foto: Freeik)

Editorialkaltim.com – Hari gajian mestinya jadi momen melegakan. Kerja keras terbayar, saldo bertambah, hati pun sedikit lebih tenang. Tapi realitanya, belum juga masuk pertengahan bulan, uang sudah terasa menipis.

Kalau kamu sering merasa gaji cuma “numpang lewat”, bisa jadi ada jebakan finansial yang tanpa sadar terus diulang setiap bulan. Berikut lima jebakan yang paling sering bikin dompet cepat kosong.

1. Payday Excitement Trap

Begitu notifikasi gaji masuk, godaan langsung belanja sering tak tertahankan. Diskon payday, flash sale, sampai ajakan makan enak jadi alasan untuk checkout tanpa pikir panjang.

Commonwealth Bank of Australia (CommBank) dalam artikel ‘Healthy Payday Habits’ (2024) menyebut banyak orang menghabiskan lebih dari 30% gajinya dalam tiga hari pertama setelah menerima bayaran, bahkan sebelum membayar tagihan wajib. Mereka menyebutnya “Payday excitement trap”.

Baca  Tidur Miring Kanan Ala Rasulullah SAW, Ini 7 Manfaatnya bagi Kesehatan

Euforia sesaat ini membuat kita merasa pantas foya-foya. Padahal, menahan diri 24 jam sebelum membeli barang non-kebutuhan bisa jadi cara sederhana untuk menyelamatkan keuangan.

2. Gajian Tanpa Strategi

Masih banyak orang menerima gaji tanpa rencana jelas. Uang dibiarkan mengendap di rekening, lalu perlahan habis untuk berbagai kebutuhan dan keinginan.

Padahal, memiliki payday routine bisa membuat perbedaan besar. Misalnya langsung membayar tagihan, memindahkan dana tabungan secara otomatis, dan mengevaluasi pengeluaran bulan lalu.

Experian mencatat kebiasaan auto-transfer di awal bulan meningkatkan konsistensi menabung hingga 40% lebih tinggi dibandingkan cara manual. Sementara AllTru Credit Union menyarankan prinsip sederhana: “Sentuh uang gajian cuma sekali”.

Artinya, begitu gaji masuk, langsung atur ke pos masing-masing dan hindari mengutak-atiknya lagi.

3. Kebocoran Kecil yang Diabaikan

Baca  5 Tempat Nongkrong untuk Bukber Romantis di Samarinda, Bikin Nyaman dan Berkesan

Sering merasa tidak belanja besar tapi uang tetap habis? Bisa jadi masalahnya ada pada pengeluaran kecil yang tidak tercatat.

Penelitian University of Pennsylvania tahun 2024 menyebut, “Small leaks sink great ships”. Kebocoran kecil seperti kopi harian, ongkir, atau langganan digital bisa jadi penyebab utama defisit bulanan jika tak diawasi.

Tanpa sistem budgeting seperti 50/30/20 rule, zero-based budget, atau envelope system, arus uang sulit dikontrol. Mencatat pengeluaran sekecil apa pun bisa membantu mengetahui di mana sumber kebocoran terbesar.

4. Tidak Menyisihkan Dana Darurat

Jebakan berikutnya adalah menunda dana darurat. Banyak orang baru sadar pentingnya dana cadangan saat kondisi tak terduga datang motor rusak, sakit mendadak, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Idealnya, dana darurat setara 3–6 kali pengeluaran bulanan. Tanpa itu, solusi yang diambil sering kali berupa pinjaman instan yang justru memperburuk kondisi finansial.

Baca  Studi Ungkap Kesepian Bisa Berdampak Serius pada Kesehatan

5. Menganggap Gajian Sebagai Balas Dendam

Sebagian orang menjadikan hari gajian sebagai momen balas dendam atas lelah dan stres selama bekerja. Self reward memang penting, tapi jika tidak terkontrol, bisa berubah jadi kebiasaan konsumtif.

Padahal, payday seharusnya menjadi titik evaluasi, bukan pelampiasan. Mengatur ulang prioritas, memperkuat tabungan, dan memperbaiki strategi pengeluaran justru membuat gaji terasa cukup hingga akhir bulan.

Jika lima jebakan ini bisa dihindari, gaji tak lagi sekadar numpang lewat. Sebaliknya, ia menjadi alat untuk membangun stabilitas finansial yang lebih kuat dan berkelanjutan.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button