10 Peneliti Terbaik di Kalimantan Timur Tahun 2025 Versi SINTA Kemendiktisaintek

Editorialkaltim.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Science and Technology Index (SINTA) merilis daftar 10 peneliti terbaik di Kalimantan Timur per 16 Maret 2025.
Pemeringkatan ini dilakukan untuk mengukur kinerja akademisi berdasarkan publikasi dan sitasi dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data terbaru, peringkat pertama ditempati oleh Hasyrul Hamzah dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan skor 1.118. Di posisi kedua ada Anindita Septiarini dari Universitas Mulawarman dengan skor 1.064, disusul Paula Mariana Kustiawan dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang mencatatkan skor 1.051.
Sementara itu, Rizky Yudaruddin dari Universitas Mulawarman berada di posisi keempat dengan skor 1.017, diikuti oleh Islamudin Ahmad dari universitas yang sama dengan skor 914.
Pada posisi keenam terdapat Hani Subakti dari Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda dengan skor 843.
Kemudian, Lusi Ernawati dari Institut Teknologi Kalimantan berada di peringkat ketujuh dengan skor 799. Esti Handayani Hardi dari Universitas Mulawarman menempati posisi kedelapan dengan skor 779.
Peringkat sembilan ditempati oleh Rudy Agung Nugroho dari Universitas Mulawarman dengan skor 766, sementara Hamdani dari universitas yang sama melengkapi daftar 10 besar dengan skor 765.
Pemeringkatan SINTA didasarkan pada empat variabel utama. Pertama, jumlah artikel yang dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus, dengan mempertimbangkan tingkat quartile jurnal tersebut.
Kedua, jumlah artikel non-jurnal yang juga terindeks di Scopus. Ketiga, jumlah sitasi yang diterima di Scopus. Dan keempat, jumlah sitasi di Google Scholar serta jumlah artikel yang terbit di Jurnal SINTA 1-6.
Hingga saat ini, SINTA telah memverifikasi sebanyak 304.987 dosen dan peneliti dari 5.463 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Platform ini menjadi tolok ukur penting dalam dunia akademik, memberikan akses cepat dan lengkap terhadap data publikasi dan penelitian yang dihasilkan oleh para akademisi.
Selain itu, SINTA terintegrasi dengan berbagai sistem eksternal, seperti Scopus, Web of Science (WoS), Google Scholar, dan Garba Rujukan Digital (Garuda) untuk publikasi. Sementara itu, data penelitian dan pengabdian masyarakat diambil dari BIMA, data akreditasi jurnal dari ARJUNA, data kekayaan intelektual dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), serta data buku dari Perpustakaan Nasional.
Semakin tinggi jumlah publikasi, sitasi, penelitian, pengabdian masyarakat, hak kekayaan intelektual, dan buku yang dihasilkan seorang dosen atau peneliti, maka semakin tinggi pula peringkat SINTA yang diperoleh. (ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.